Banjir di Pantura Semarang Meninggi, Jalanan Macet Panjang

Fikri Halim, antv/tvOne, Teguh Joko Sutrisno
·Bacaan 2 menit

VIVABanjir yang menggenangi jalan pantura Kaligawe Semarang hari ini bertambah tinggi. Padahal sore kemarin 24 Februari 2021, genangan sudah agak berkurang. Namun hujan kembali mengguyur sejak Kamis 25 Februari 2021 dini hari sampai pagi. Akibatnya, genangan air kembali naik.

Titik terdalam ada di terowongan tol Kaligawe antara 60 sentimeter hingga 1 meter. Sementara area genangan banjir bertambah panjang antara terowongan tol hingga kecamatan Genuk yang berjarak lebih dari 1 kilometer.

Kemacetan panjang pun tak terelakkan. Truk-truk besar masih bisa melintas namun pelan. Sementara beberapa mobil pribadi yang berani melintas harus ekstra waspada dan berisiko mogok mengingat ada titik berlubang akibat terjangan banjir sebelumnya. Pengendara yang tidak mau ambil resiko memilih lewat jalur alternatif meski harus memutar beberapa kali lipat. Begitu juga pengendara sepeda motor yang nekat harus rela menuntun sepeda motornya karena mogok.

Antrean kendaraan memanjang di dua arah yang akan melintas. Di bagian timur kemacetan mencapai beberapa kilometer sampai di Kecamatan Sayung Demak. Sedangkan di sisi barat, kemacetan dimulai dari depan kampus Universitas Sultan Agung hingga sampai di jalan Yos Sudarso arah pelabuhan.

"Sementara minggir dulu lah, sambil keringkan rem karena kalau basah kan bisa enggak pakem. Ya tambah lama perjalanan tapi mau gimana lagi," kata seorang pengemudi truk, Thohir (40).

Baca juga: Melihat Cafe yang Jadi Saksi Bripka CS Tembak Anggota TNI hingga Tewas

Sementara itu, seorang pegawai apotek yang bekerja di sekitar Kaligawe mengatakan, genangan sebenarnya sudah agak turun kemarin, tapi pagi ini kembali hujan lagi.

"Tadi sempat ditelepon sama pembeli yang order via online, kok pesanannya belum nyampai, ya mungkin kurirnya kesulitan akses jalan ya karena banjir Kaligawe. Ya mau gimana lagi lha saya mau ke sini aja juga harus lewat genangan," katanya.

Meski tidak setinggi banjir awal Februari lalu, namun panjangnya area genangan cukup membuat repot arus lalu lintas. Angkutan umum minibus jarang yang lewat, menurunkan penumpang di pertigaan eks terminal Terboyo. Penumpang pun meneruskan perjalanan dengan jalan kaki atau menumpang truk yang lewat.

Laporan: Teguh Joko Sutrisno/TvOne