Banjir di SMAN 4 Tangsel Tidak Kunjung Surut, Pihak Sekolah Pasrah

Merdeka.com - Merdeka.com - Banjir di lingkungan SMA Negeri 4, Kota Tangerang Selatan, tidak juga surut meski telah berkali-kali dipompa oleh pihak sekolah, kelurahan hingga Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangerang Selatan.

"Pada nyerah, terakhir oleh Dinas DSDABMBK juga sore dia pulang, karena setelah disedot airnya balik lagi. Seperti sirkulasi air di akuarium saja," kata petugas kebersihan sekolah, Atin (bukan nama sebenarnya), Rabu (15/6).

Dia menyebut, dari pihak sekolah terus merupaya melakukan pengurangan volume air yang menggenangi lingkungan.

"Kalau disedot percuma, karena buangannya enggak ada. Paling kita buang airnya buat siram-siram tanaman," ucapnya.

Akibat air yang terus menggenang, petugas kebersihan sekolah bekerja ekstra. Dengan membersihkan area pelataran gedung sekolah berkali-kali.

"Kita kerjanya dobel. Harus berkali-kali kita bersihkan, kita lap, pel-pel lantai jadi enggak pernah berhenti. Padahal petugas kebersihan kita sudah delapan orang. Jadi sekolah yang tadinya bersih, indah rapih terlihat kumuh," jelas dia.

Kepala SMAN 4 Tangsel, Agus Hendrawan, mengaku hanya bisa menunggu dinas teknis terkait untuk melakukan upaya penanganan yang lebih serius. Sebab upaya yang dilakukan sekolah hanya sekadar membersihkan area sekolah dari sampah dan sisa air yang menggenang.

"Tentu akan ada upaya dari pemerintah, kita tinggal menunggu. Karena upaya kita setiap hari juga sudah maksimal," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, nestapa SMA negeri favorit di Ciputat direndam banjir sejak Pandemi 2020. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel