Banjir, Erupsi Semeru hingga Tsunami Ancam Wilayah Lumajang

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mengidentifikasi sejumlah bencana alam yang berpotensi terjadi di daerah ini. Selama masa pancaroba dari musim kemarau ke penghujan, ancaman bencana hidrometeorologi hingga erupsi Gunung Semeru yang harus diwaspadai.

Kepala BPBD Lumajang Patria Dwi Hastiadi memapaparkan sejumlah potensi bencana hidrometeorologi yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu di tengah musim pancaroba ini, di antaranya banjir, angin puting beliung, hingga tanah longsor. Selain itu juga ancaman erupsi dari Gunung Semeru yang hingga saat ini berstatus siaga level III.

"Ada ancaman bencana dari aktivitas Gunung Semeru yang statusnya masih level III siaga, jadi potensi guguran lava panas ini masih bisa terjadi, ditambah dengan hujan tinggi sangat mungkin terjadi banjir lahar dingin," kata Patria , Senin (14/11).

Ancaman Tsunami

Selain potensi itu, menurut Patria, letak geografis Kabupaten Lumajang yang berhadapan langsung dengan pantai selatan juga berpotensi menghadapi bencana tsunami.

Pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah rawan jika terjadi bencana tsunami. Ada 5 kecamatan di Lumajang berada di wilayah pesisir selatan Jawa yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, yakni Kecamatan Yosowilangun, Kunir, Tempeh, Pasirian dan Tempursari.

"Tentu kita tidak menginginkan ada tsunami, tapi kita punya kawasan sepanjang 75 kilometer yang berbatasan langsung dengan laut, dan ancaman tsunami itu nyata," tambahnya.

Maka dari itu, pihaknya terus memberi imbauan sekaligus menggencarkan pendidikan tanggap bencana kepada masyarakat. Selain itu, BPBD juga membuka layanan call center untuk berjaga dan siaga akan adanya laporan mengenai kebencanaan.

"Harapannya, jika bencana benar-benar terjadi, dampak yang ditimbulkan bisa diminimalisasi," tutupnya. [yan]