Banjir Hari Kedua di Majenang Cilacap, Puluhan Orang Masih Bertahan di Pengungsian

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Cilacap - Pengungsi banjir di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah masih bertahan di pengungsian meski banjir berangsur surut, Kamis siang (18/11/2021).

Mereka hujan deras kembali turun dan menyebabkan air kembali naik sehingga rumah tak bisa dihuni. Pasalnya, enam titik jebol di Sungai Cikawung dan Selokan 1 belum diperbiki sehingga risiko banjir masih tinggi.

Sebagian warga mengungsi di Balai Desa Mulyasari. Sebagian lainnya di Masjid Baiturrohman. Sementara, di Desa Mulyasari, warga mengungsi ke rumah saudara atau tetangga yang relatif aman dari rendaman.

“Kondisi air sudah mulai surut. Jumlah pengungsi di balai desa sekitar 52 orang, sementara di masjid ada 17-an. Yang sekitar 70-an,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Majenang, Edi Sapto Prihono.

Edi menjelaskan, sejak Kamis dinihari, cuaca terang sehingga air mulai surut. Namun, jika kembali hujan deras, hampir dipastikan air akan kembali melimpas melalui titik tanggul jebol dan masuk ke permukiman dan lahan pertanian warga.

“Kalau sekarang, dari tadi pagi sampai sekarang itu surut karena terang. Nanti kalau hujan lagi ya naik lagi. Karena tanggul belum tertangani,” dia mengungkapkan.

BPBD telah mendirikan posko penanganan banjir Majenang. Di posko tersebut, BPBD dan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap juga mendirikan dapur umum untuk mencukupi kebutuhan para pengungsi dan posko kesehatan.

Dia juga menyatakan logistik lain, seperti selimut, kasur lantai dan obat-obat-obatan juga telah tersedia di posko tersebut. “Kita bersinergi dengan lintas sektor dalam penanganan bencana,” kata Edi.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Banjir 4 Desa

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak empat desa di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah dilaporkan terendam banjir akibat jebol dan meluapnya Sungai Cikawung, Rabu (17/11).

Kepala Desa Mulyasari, Tohari mengatakan empat desa tersebut yakni, Mulyadadi, Mulyasari, Padangsari dan Pahonjean. Banjir disebabkan jebolnya dua titik tanggul di Selokan 1 dan empat titik di Sungai Cikawung.

“Yang Sungai Cikawung itu ya, memang aliran dari Karangpucung, Cimanggu, itu yang bedahan dulu, yang ada empat titik yang belum dikerjakan, nah itu sekarang imbasnya ke Mulyasari, Padangsari, Mulyadadi, Pahonjean,” katanya, Rabu (17/11).

Kata dia, akibat banjir tersebut ratusan jiwa mengungsi. Di Mulyasari sendiri, sebanyak 77 rumah terendam. Sebagian warga mengungsi ke masjid terdekat dan sebagian lainnya di Balai Desa Mulyasari.

Selain merendam permukiman penduduk, banjir juga merendam ratusan hektare sawah. Dari ratusan hektare ini, ada sekitar 10 hektare yang kini masih dalam kondisi dipanen sehingga terancam rusak akibat rendaman.

Saksikan Video Pilihan Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel