Banjir Jadi Bencana Paling Sering Terjadi di Indonesia, Ini Cara Penanggulangannya

Merdeka.com - Merdeka.com - Laporan terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan banjir sebagai bencana yang paling banyak terjadi di Indonesia tahun ini. Hal itu berdasarkan data sementara 1 Januari hingga 5 Agustus 2022.

BNPB mencatat sebanyak 2.183 total bencana yang terjadi di Indonesia selama tahun 2022 berjalan, dilihat dari data per 5 Agustus 2022. Banjir menempati posisi pertama sebagai bencana yang paling banyak terjadi, dengan jumlah kejadian 854 kali. Disusul cuaca ekstrem pada posisi kedua dengan jumlah kejadian 754 kali.

Fakta ini mungkin sudah tidak mengejutkan, mengingat catatan BNPB dua tahun sebelumnya juga menyatakan hal serupa.

Mengutip dari laman resmi BNPB, banjir adalah peristiwa atau keadaan dimana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat. Banjir termasuk dalam bencana hidrometeorologi, yang mana terjadi ketika curah hujan tinggi tidak diimbangi dengan serapan tanah yang memadai.

Selain itu, banjir juga dapat berbentuk rob dan bandang. Masih mengutip dari lama resmi BNPB, banjir bandang adalah banjir yang datang secara tiba-tiba dengan debit air yang besar yang disebabkan terbendungnya aliran sungai pada alur sungai. Sedangkan banjir rob adalah banjir yang terjadi akibat naiknya permukaan air laut.

Bencana banjir dapat mendatangkan berbagai dampak merugikan. Misalnya jika melihat kasus nyata banjir bandang di Parigi Moutong yang terjadi pada akhir Juli lalu menyebabkan ratusan bangunan rusak, tiga orang meninggal, dan empat lainnya dinyatakan hilang. Masih banyak lagi dampak yang diakibatkan oleh banjir.

Mengingat seringnya masyarakat Indonesia mengalami bencana banjir, maka menjadi penting untuk mengetahui mitigasi bencana banjir.

Berdasarkan Pasal 1 Ayat 6 Peraturan Pemerintah RI Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

Berikut mitigasi bencana banjir menurut Buku Saku Tanggap Tangkas Tangguh Menghadapi Bencana milik BNPB, dikutip oleh merdeka.com:

Prabencana

- Mengetahui istilah-istilah peringatan yang berhubungan dengan bahaya banjir, seperti Siaga I sampai dengan Siaga IV dan langkah-langkah apa yang harus dilakukan.

- Mengetahui tingkat kerentanan tempat tinggal kita, apakah berada di zona rawan banjir.

- Mengetahui cara-cara untuk melindungi rumah kita dari banjir.

- Mengetahui salura dan jalur yang sering dilalui air banjir dan apa dampaknya untuk rumah kita.

- Melakukan persiapan untuk evakuasi, termasuk memahami rute evakuasi dan daerah yang lebih tinggi.

- Membicarakan dengan anggota keluarga mengenai ancaman banjir dan merencanakan tempat pertemuan apabila anggota keluarga terpencar-pencar.

- Mengetahui bantuan apa yang bisa diberikan apabila ada anggota keluarga yang terkena banjir.

- Mengetahui kebutuhan-kebutuhan khusus anggota keluarga dan tetangga apabila banjir terjadi.

- Membuat persiapan untuk hidup mandiri selama sekurangnya tiga hari, misalnya persiapan tas siaga bencana, penyediaan makanan dan air minum.

- Mengetahui bagaimana mematikan air, listrik, dan gas.

- Mempertimbangkan asuransi banjir.

- Berkaitan dengan harta dan kepemilikan, maka Anda bisa membuat catatan harta kita, mendokumentasikannya dalam foto, dan simpan dokumen tersebut di tempat yang aman.

- Menyimpan berbagai dokumen penting di tempat yang aman.

- Hindari membangun di tempat rawan banjir kecuali ada upaya penguatan dan peninggian bangunan rumah.

- Perhatikan berbagai instrumen listrik yang dapat memicu bahaya saat bersentuhan dengan air banjir.

- Turut serta mendirikan tenda pengungsian dan pembuatan dapur umum.

- Melibatkan diri dalam pendistribusian bantuan.

- Menggunakan air bersih dengan efisien.

Saat bencana

- Apabila banjir akan terjadi di wilayah Anda, maka simaklah informasi dari berbagai media mengenai informasi banjir untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

- Apabila terjadi banjir, segeralah evakuasi ke tempat yang lebih tinggi.

- Waspada terhadap arus bawah, saluran air, kubangan, dan tempat-tempat lain yang tergenang air.

- Ketahui risiko banjir dan banjir bandang di tempat Anda, misalnya banjir bandang dapat terjadi di tempat Anda dengan atau tanpa peringatan pada saat hujan biasa atau drastis.

- Apabila Anda harus bersiap untuk evakuasi: amankan rumah Anda. Apabila masih tersedia waktu, tempatkan perabot di luar rumah atau di tempat yang aman dari banjir. Barang yang lebih berharga diletakkan pada bagian yang lebih tinggi di dalam rumah.

- Matikan semua jaringan listrik apabila ada instruksi dari pihak berwenang. Cabut alat-alat yang masih tersambung dengan listrik. Jangan menyentuh peralatan yang bermuatan listrik apabila Anda berdiri di atas/dalam air.

- Jika ada perintah untuk evakuasi dan Anda harus meninggalkan rumah: Jangan berjalan di arus air. Beberapa langkah berjalan di arus air dapat mengakibatkan Anda jatuh.

- Apabila Anda harus berjalan di air, berjalanlah pada pijakan yang tidak bergerak. Gunakan tongkat atau sejenisnya untuk mengecek kepadatan tempat Anda berpijak.

- Jangan mengemudikan mobil di wilayah banjir. Apabila air mulai naik, abaikan mobil dan keluarlah ke tempat yang lebih tinggi. Apabila hal ini tidak dilakukan, Anda dan mobil dapat tersapu arus banjir dengan cepat.

- Bersihkan dan siapkan penampungan air untuk berjaga-jaga seandainya kehabisan air bersih.

- Waspada saluran air atau tempat melintasnya air yang kemungkinan akan dilalui oleh arus yang deras karena kerap kali banjir bandang tiba tanpa peringatan.

Pascabencana

- Hindari air banjir karena kemungkinan kontaminasi zat-zat berbahaya dan ancaman kesetrum.

- Waspada dengan instalasi listrik.

- Hindari air yang bergerak.

- Hindari area yang airnya baru saja surut karena jalan bisa saja keropos dan ambles.

- Hindari lokasi yang masih terkena bencana, kecuali jika pihak yang berwenang membutuhkan sukarelawan.

- Kembali ke rumah sesuai dengan perintah dari pihak yang berwenang.

- Tetap di luar gedung/rumah yang masih dikelilingi air.

- Hati-hati saat memasuki gedung karena ancaman kerusakan yang tidak terlihat seperti pada fondasi.

- Perhatikan kesehatan dan keselamatan keluarga dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih jika Anda terkena air banjir. Hal yang perlu diperhatikan; buang makanan yang terkontaminasi air banjir, dengarkan berita atau informasi mengenai kondisi air, serta di mana mendapatkan bantuan perumahan/shelter, pakaian, dan makanan. Dapatkan perawatan kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat.

- Bersihkan tempat tinggal dan lingkungan rumah dari sisa-sisa kotoran setelah banjir.

- Lakukan pemberantasan sarang nyamuk Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

- Terlibat dalam kaporitisasi sumur gali.

- Terlibat dalam perbaikan jamban dan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL).

Reporter: Michelle Kurniawan [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel