Banjir Jakarta dalam Angka, dari Pemerintahan Anies, Ahok, hingga Sutiyoso

·Bacaan 2 menit
Kali Ciliwung meluap dan merendam permukiman bantaran di kawasan Manggarai, Jakarta, Senin (8/2/2021). Hingga sore tadi, BPBD DKI Jakarta mencatat sebanyak 42 RW dan 150 RT terdampak banjir. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membagikan data-data terkait banjir di Ibu Kota. Data itu antara lain soal jumlah wilayah yang tergenang hingga lokasi pengungsiannya.

Data hingga pukul 12.00 WIB, Sabtu 20 Februari ini diunggah akun resmi Instagram Pemprov DKI Jakarta @dkijakarta, pada Minggu (21/2/2021).

Pada unggahan tersebut, tercatat sebanyak 113 rukun warga (RW) tergenang banjir.

Jumlah tersebut lebih sedikit bila dibandingkan saat banjir pada 2020, 2015, 2013, 2007, dan pada 2002. Pada data tersebut jumlah RW tergenang paling tinggi yakni pada 2007 sebanyak 955 dan 2015 yakni 702 RW.

Selanjutnya, untuk jumlah pengungsi juga mengalami penurunan. Jumlah pengungsi pada 2021 sebanyak 3.311 warga. Sedangkan dalam unggahan tersebut pengungsi paling banyak pada saat banjir pada 2007 sebanyak 276.333 orang.

Lalu untuk lokasi pengungsian juga mengalami penurunan, saat banjir Sabtu (20/2/2020) terdapat 44 tempat. Sementara itu jumlah pengungsian paling banyak yaitu saat banjir 2013 sebanyak 1.250 titik.

Kemudian, Pemprov DKI Jakarta mengklaim waktu surut banjir pada Sabtu (20/2/2021) lebih cepat hanya sehari saja. Pada 2007 banjir surut hingga 10 hari dan 2013 serta 2015 selama tujuh hari.

5 Meninggal Dunia

Sementara itu, sehari pasca hujan merata yang mengguyur wilayah Jabodetabek dan sekitarnya sejak Sabtu (20/2/2031) dini hari kemarin, banjir di sejumlah wilayah mulai surut. Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Sabdo Kurnianto mengatakan, seluruh wilayah Jakarta Pusat, telah kering pukul 21.30 WIB, Sabtu (20/2/2021).

"Hingga Minggu pukul 09.00, sebagian besar wilayah telah surut. Secara keseluruhan ada 49 RT yang masih terdampak dari total 30.470 RT yang ada di Jakarta, atau sejumlah 0,161 persen. Jumlah pengungsi sebanyak 1.722 jiwa dari 514 KK, semuanya dari wilayah Jakarta Timur. Dan masih ada 10 lokasi pengungsian yang juga disiapkan di wilayah Jakarta Timur," terang Sabdo dalam keterangan tulis, Minggu (21/2/2021).

Secara lebih rinci, wilayah yang masih tergenang di Jakarta Barat terdapat 5 RW, terdiri dari 6 RT, dengan ketinggian air 40-70 sentimeter. Di Jakarta Selatan terdapat 6 RW, terdiri dari 11 RT, dengan ketinggian air 40-90 sentimeter. Di Jakarta Timur terdapat 12 RW, terdiri dari 32 RT, dengan ketinggian air 40-100 sentimeter.

Total pengungsi keseluruhan berada di Jakarta Timur, yaitu sejumlah 1.722 jiwa dari 514 KK.

Lebih lanjut, Sabdo menerangkan terdapat 5 korban jiwa akibat banjir Jakarta.

Saksikan video pilihan di bawah ini: