Banjir Kepung Semarang hingga Hoax Lockdown Total Jakarta

Fikri Halim
·Bacaan 3 menit

VIVA – Berita tentang Banjir di Kota Semarang jadi yang terpopuler di kalangan pembaca VIVA kanal news dan trend pada Sabtu 6 Februari 2021. Kota Semarang diketahui memang jarang terdengar dilanda banjir besar.

Hujan lebat sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi membuat sejumlah kawasan di Kota Semarang dikepung banjir. Daerah yang diterjang banjir cukup besar antara lain di jalur Pantura Mangkang ke arah Jakarta, dan daerah Kaligawe menuju Demak dan Surabaya.

Dari pantauan lapangan, di Mangkang, air bah meluap dari Sungai Bringin menggenangi jalan raya Semarang-Kendal. Akibatnya, kemacetan panjang pun terjadi pada Sabtu pagi. Kendaraan minibus pun tidak berani lewat dan memilih berhenti sementara.

Pada posisi kedua, kisah suami istri yang meninggal dunia hampir di waktu bersamaan menarik perhatian pembaca. Semasa hidupnya, suami istri ini dikenal sebagai orang yang dermawan dan ahli ibadah.

Selanjutnya, berita tentang penyidikan dugaan dugem Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Pematangsiantar, AKP David Sinaga di tempat hiburan malam, di Studio 21 juga menarik perhatian. Dalam pemeriksaan yang dilakukan Propam Polda Sumut, AKP David Sinaga mengaku keberadaannya dalam tempat hiburan malam itu sedang melakukan penyidikan atas kasus dugaan peredaran narkoba di Studio 21.

Pada posisi keempat, berita tentang Kementerian Kesehatan yang membantah informasi hoax yang berisikan bahwa Presiden Jokowi telah memutuskan akan melakukan lockdown total di Jakarta pada 12 Februari 2021. Polisi pun merespons dan menyebut akan mengusut pelaku penyebar hoax itu.

Lalu, bertengger di posisi kelima, adalah berita terkait kekuatan hukum sertifikat tanah elektronik. Ahli berkomentar bagaimana kekuatan hukum sertifikat itu, setelah sebelumnya heboh informasi penarikan sertifikat asli atau fisik.

Berikut 5 berita terpopuler di kanal news dan trend yang dirangkum dalam round up:

1. Banjir Kepung Kota Semarang

Hujan lebat sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi, 6 Februari 2021 membuat sejumlah kawasan di Kota Semarang dikepung banjir. Daerah yang diterjang banjir cukup besar antara lain di jalur Pantura Mangkang ke arah Jakarta, dan daerah Kaligawe menuju Demak dan Surabaya.

Dari pantauan lapangan, di Mangkang, air bah meluap dari Sungai Bringin menggenangi jalan raya Semarang-Kendal. Akibatnya, kemacetan panjang pun terjadi Sabtu pagi ini. Kendaraan minibus pun tidak berani lewat dan memilih berhenti sementara.

Baca selengkapnya di sini

2. Suami Istri yang Meninggal Hampir Bersamaan Dikenal Dermawan

Pasangan suami istri, Fatkhan Sibyan-Ummi Munawaroh, meninggal dunia dalam waktu hampir bersamaan di usia 60-an tahun pada Jumat, 5 Februari 2021. Kejadian ini viral di media sosial.

Oleh netizen, keduanya dinilai sebagai potret pasangan sakinah mawaddah warahmah dan cinta sejati. Semasa hidup, rupanya keduanya dikenal dermawan dan ahli ibadah.

Baca selengkapnya di sini

3. Kasat Narkoba Polres Pematangsiantar Mengaku Sedang Selidiki Kasus

Bidang Propam Polda Sumut mendalami penyidikan dugaan dugem Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Pematangsiantar, AKP David Sinaga di tempat hiburan malam, Studio 21 Jalan Parapat, Kecamaan Siantar Marimbun, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.

"Berita viral yang ada di media sosial, kemarin siang, dapat saya sampaikan bahwa benar. Kejadian itu pada bulan Oktober 2020 lalu," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Hadi Wahyudi kepada wartawan di Medan.

Baca selengkapnya di sini

4. Jokowi Lockdown Total Jakarta pada 12 Februari, Kemenkes: Hoax

Masyarakat sempat mendapatkan informasi pesan berantai melalui WhatsApp yang berisikan bahwa Presiden Jokowi telah memutuskan akan melakukan lockdown total pada 12 Februari 2021. Ternyata, pesan yang beredar itu tidak benar alias hoax.

“Belakangan beredar broadcast yang berisikan bahwa pemerintah akan melakukan lockdown total pada tanggal 12 Februari 2021, berkaitan dengan hal ini disampaikan bahwa pesan tersebut tidak benar,” ujar Kemenkes.

Baca selengkapnya di sini

5. Bagaimana Kekuatan Hukum Sertifikat Tanah Elektronik, Ini Kata Ahli

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berencana menggantikan sertifikat tanah dalam bentuk fisik menjadi sertifikat tanah dalam bentuk elektronik. Salah satu alasannya adalah untuk meminimalisir atau menekan sengketa hingga pemalsuan yang selama ini marak terjadi.

Namun banyak pertanyaan yang timbul di masyarakat mengenai bagaimana kekuatan hukum sertifikat elektronik ini. Pakar Hukum Agraria, Kurnia Warman, mengatakan sertifikat elektronik tetap memiliki kekuatan hukum yang sama dengan sertifikat fisik.

Baca selengkapnya di sini