Banjir lahar dingin, lalu lintas Semarang-Yogya macet

MERDEKA.COM, Hujan di kawasan puncak lereng Merapi mengakibatkan banjir lahar dingin di delapan aliran sungai kawasan Merapi. Ke delapan aliran sungai itu adalah Kali Putih, Kali Pabelan, Kali Krasak, Kali Senowo, Kali Bebeng, Kali Lamat, Kali Tringsing, dan Kali Apu.

Sampai saat ini belum ada kerusakan maupun korban jiwa akibat banjir lahar dingin yang kedua kalinya di lereng Merapi bagian barat puncak. Namun, banjir yang tergolong besar ini membawa material berupa batu, pasir dan puing-puing kayu dan dahan pohon.

Hujan terjadi di puncak Merapi sejak pukul 12.00 WIB. Sampai pukul 15.00 WIB, hujan juga masih terjadi dalam intensitas di atas normal. Sinyal banjir yang ada di Klakah berbunyi sekitar pukul 14.00 WIB.

"Hujan di Kawasan puncak dari laporan BPPTK Yogyakarta terjadi 12.00 WIB. Sekitar pukul 14.00 WIB sinyal berbunyi kemudian sekitar pukul 15.15 WIB terjadi banjir di kawasan alur sungai Kali Putih," ungkap Achadi Anggota Tim Tanggap Darurat Senkom dan relawan GRCC Kabupaten Magelang.

Banjir lahar yang melintas di alur Kali Putih membuat ratusan warga yang melintas di sepanjang jalan raya Semarang-Yogyakarta Km 23 tepatnya di Dusun Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang memperlambat jalan kendaraan. Mereka ingin melihat banjir.

Arus lalu lintas menjadi merambat dan kadang mengalami kemacetan.

Beberapa petugas kepolisian dan relawan Merapi sampai saat ini masih berjaga-jaga dan ikut mengatur lalu lintas yang cenderung melambat.

Camat Salam, Kamtono(48) ditemui merdeka.com di Kali Putih menyatakan dengan terjadinya banjir di Kali Putih, maka wilayah yang perlu diwaspadai adalah Desa Sirahan dan Desa Seloboro yang berada di bantaran Kali Putih. Namun, sampai saat ini belum ada satupun warga yang mengungsi akibat banjir.

"Pukul 14.00 WIB sinyal banjir dari Klakah berbunyi. Kepala Banjir melintas sekitar 15.15 WIB. Desa Sirahan dan Seloboro perlu diwaspadai bersama. Namun, sampai saat belum ada pengungsian. Semoga saja banjir tidak membesar semoga tidak ada pengungsian," pungkas Kamtono.

Sampai berita ini ditulis, ratusan warga, polisi, relawan dan petugas TNI berjaga-jaga apabila akibat banjir lahar dingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.