Banjir Lahar Dingin Semeru Sebabkan Sejumlah Warga Terjebak dan Rumah Terendam

Merdeka.com - Merdeka.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah kaki Gunung Semeru mengakibatkan banjir lahar dingin pada Senin (16/1). Banjir terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Berdasarkan data Pos Pantau Gunung Semeru, getaran banjir terekam mencapai amplitudo 37 mm dengan durasi 6187 detik. Akibatnya, belasan pekerja tebang kayu di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang terjebak banjir.

Mereka tidak bisa pulang ke rumah di Dusun Sumberlangsep yang berada di seberang sungai. Karena besarnya getaran banjir membuat jembatan penghubung ke dusun tersebut jebol akibat diterjang material banjir vulkanik.

"Ini besar banjirnya, sebagian warga enggak bisa pulang menginap di Dusun Sumberkajar," kata Brian, warga setempat.

Bahri, salah seorang warga lain mengatakan banjir yang membuat jebolnya jembatan darurat ini mengakibatkan ratusan warga Dusun Sumberlangsep juga terisolasi.

"Orang-orang gak lewat dari Sumberkajar ke Sumberlangsep kalau tidak ada jembatan," terang Bahri.

Selain itu, banjir yang terjadi juga merendam rumah di bantaran sungai Regoyo tersebut. Atas peristiwa itu, sebagian warga yang tak bisa pulang memilih tinggal sementara di Dusun Sumberkajar hingga banjir surut. [cob]