Banjir landa empat kelurahan di Kabupaten Tolitoli

Banjir melanda empat kelurahan di Kabupaten Tolitoli Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak pukul 14.00 WITA.

Empat kelurahan yang dilanda banjir tersebut yakni Kelurahan Panasakan, Kelurahan Tuweley, Kelurahan Baru dan Kelurahan Nalu. Empat kelurahan itu berada di Kecamatan Baolan.

"Intensitas hujan yang tinggi dan drainase yang tidak dapat menampung semua debit air hujan menyebabkan air meluap ke pemukiman warga dengan ketinggian air setinggi lutut orang dewasa," kata Kepada Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng Andi Sembiring dihubungi di Palu, Senin.

Ia menyatakan sejumlah fasilitas kesehatan, pendidikan dan pemerintahan terdampak banjir tersebut antara lain Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mokopido , Sekolah Dasar (SD) Negeri 20 Tolitoli dan area perkantoran.

Baca juga: BMKG: Kabupaten Tolitoli berstatus waspada hujan lebat

Baca juga: Bupati Tolitoli tetapkan status tanggap darurat banjir dan longsor

"Belum ada laporan korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Untuk saat ini warga masih bertahan di rumahnya masing-masing meskipun terendam banjir sambil menunggu hujan reda dan air surut," ujarnya.

Andi menambahkan saat ini BPBD Provinsi Sulteng dan BPBD Kabupaten Tolitoli masih terus melakukan pendataan terhadap infrastruktur maupun sarana dan prasarana yang terdampak banjir.

Andi mengimbau warga tetap waspada dan selalu siap siaga mengantisipasi bencana serupa yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Kami terus berkoordinasi dengan BPBD Tolitoli untuk mengantisipasi dampak yang lebih besar akibat banjir yang terjadi," ujarnya.*

Baca juga: Empat desa dan dua kelurahan terdampak banjir di Kabupaten Tolitoli

Baca juga: 10 rumah hanyut akibat banjir di Desa Galumpangan Kabupaten Tolitoli

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel