Banjir-Longsor di Kendal, Seorang Meninggal dan Puluhan Desa Terendam

Mohammad Arief Hidayat, antv/tvOne
·Bacaan 1 menit

VIVA – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian besar wilayah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, sejak kemarin hingga Minggu, 7 Februari 2021, menyebabkan sejumlah bencana alam. Selain banjir yang merendam 69 desa di 12 kecamatan, juga tanah longsor serta angin kencang.

Menurut BPBD Kabupaten Kendal, hujan lokal dan saluran air yang tersumbat sampah menjadib penyebab banjir limpas yang menerjang 69 desa di 12 kecamatan. Rata-rata ketinggian air antara 20 sentimeter–100 sentimeter. Namun di beberapa tempat ada yang melebihi itu.

Sebuah rumah roboh di Desa Karangdowo, Kecamatan Weleri, dan seorang meninggal dunia yang diduga hanyut oleh arus banjir. Korban seorang laki-laki berusia 28 tahun, warga Kebonsari, Kecamatan Rowosari.

Baca: Semarang Banjir, Netizen Malah Nyalahin Anies Baswedan

"Dari BPBD telah melakukan beberapa evakuasi keoada lansia antara lain di Bransong yang genangannya cukup tinggi, lalu dibawa perahu karet menuju tempat aman," kata Danung Pratama, petugas Pusdalplops BPBD Kabupaten Kendal.

Tanah Longsor juga terjadi di 6 Desa dari 6 Kecamatan. Di Desa Sedayu, Kecamatan Gemuh, sebuah rumah roboh karena terdampak tanggul kritis Sungai Bodri. Di di Desa Sukomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, tanggul sungai irigasi jebol. Sementara Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu, fndasi SDN Kutoharjo ambrol.

Angin kencang terjadi di Desa Karangdowo Kecamatan Weleri mengakibatkan sebuah rumah rusak. Pohon tumbang terjadi di tiga titik, yaitu Jl. Sukorejo-Weleri Desa Surokontowetan, Kecamatan Pageruyung; Kelurahan Kalibuntuwetan, Kecamatan Kendal; dan Desa Dempelrejo, Kecamatan Ngampel.

"Untuk saat ini beberapa wilayah mulai surut namun di beberapa titik, seperti di Cepiring dan Kendal Kota, masih ada genangan. BPBD telah menyuplai logistik ke dapur umum yang dikelola desa," kata Danung.

Teguh Joko Sutrisno/Kendal