Banjir Melanda 17 Kecamatan di Karawang, 8.648 Orang Mengungsi

Dedy Priatmojo
·Bacaan 2 menit

VIVA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang mencatat setidaknya lebih dari 3.500 keluarga mengungsi akibat banjir yang melanda 17 kecamatan di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.

Banjir yang terjadi di Karawang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi dan luapan beberapa air sungai pada Minggu, pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan data BPBD Karawang, sebanyak 17 kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian muka air bervariasi. Hingga Selasa kemarin, banjir masih menggenangi beberapa wilayah dengan tinggi muka air antara 10 hingga 150 cm.

Data BPBD setempat mencatat 17 kecamatan terdampak yaitu di Kecamatan Cilamaya Wetan, Rengasdenglok, Telukjambe Barat, Karawang Barat, Kotabaru, Jatisari, Cikampek, Tirtamulya, Telukjambe Timur, Karawang Timur, Banyusari, Cilamaya Kulon, Batujaya , Cilebar, Pakisjaya, Pangkalan dan Klari.

Dari sejumlah kecamatan tersebut, 12.650 KK atau 37.474 jiwa terdampak banjir. Sedangkan warga yang mengungsi sejumlah 3.625 KK atau 8.648 jiwa.

Selain berdampak pada pengungsian, banjir mengakibatkan kerugian material berupa 11.044 unit rumah terendam, sekita 450 hektar sawah terdampak, 2 unit rumah rusak berat, dan 9 unit rumah rusak sedang.

BPBD Kabupaten Karawang bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti TNI, Polri, dinas terkait, sukarelawan dan masyarakat untuk melakukan upaya penanganan darurat.

Kabupaten Karawang termasuk wilayah dengan potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Berdasarkan analisis InaRISK, sebanyak 30 kecamatan dengan luas area 146.394 hektar berada pada tingkat bahaya tersebut.

Wilayah kecamatan terdampak masih berpotensi hujan ringan bahkan sedang pada hari ini. Masyarakat dapat memantau prakiraan cuaca melalui aplikasi Info BMKG untuk mengetahui prakiraan cuaca hingga tingkat kecamatan. Informasi ini dapat bermanfaat untuk kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bahaya, khususnya banjir.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengumumkan status siaga 1 antisipasi bencana banjir di beberapa wilayahnya. Hal ini buntut dari cuaca ekstrem yang terjadi sejak awal Februari.

"Ada bencana banjir banyak di banyak tempat. Sesuai yang kita antisipasi sudah kita arahkan kewaspadaan siaga satu banjir sudah kita sampaikan," ujar Ridwan Kamil di Makodam III Siliwangi Kota Bandung, Senin 8 Februari 2021.

Ridwan Kamil memastikan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat terjun ke lapangan mengevakuasi para korban. "BPBD sudah ke lokasi lokasi untuk evakuasi khususnya di Pantura, Bekasi Karawang, Indramayu Purwakarta, Majalengka," katanya.