Banjir Melanda Kabupaten Batu Bara, 5.806 Rumah Terendam Air

·Bacaan 2 menit

VIVA – Curah hujan tinggi mengakibatkan 5.806 unit rumah di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara terendam air hingga mencapai 1 meter dan membuat ratusan warga mengungsi.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batu Bara, ribuan rumah terdampak banjir tersebut berada di empat kecamatan, yakni Kecamatan Sei Balai, Kecamatan Nibung Hangus, Kecamatan Datuk Tanah Datar dan Kecamatan Talawi

"Untuk sampai saat ini, terdampak 5.806 rumah, yang terdiri 31 desa dan 4 Kecamatan di Kabupaten Batu Bara," ujar Plt Kepala BPBD Batu Bara, Muhammad Saban Efendi Harahap kepada wartawan, Rabu, 18 Agustus 2021 malam.

Banjir ini, menurut Saban, sudah terjadi selama 4 hari sejak tanggal 15 Agustus 2021.

BPBD Batu Baru juga sudah mendirikan 6 posko pengungsian disertai dengan dapur umum. "Ada ratusan warga ada mengungsi di 6 posko itu," ucap Saban.

Selain akibat intensitas hujan yang tinggi, Saban menjelaskan, banjir ini disebabkan banjir kiriman dari Kabupaten Simalungun dan Kisaran Kabupaten Asahan melalui Sungai Sei Balai.

"Banjir ini, terjadi karena curah hujan yang tinggi, serta banjir kiriman dari Simalungun dan Kisaran. Jadi, air itu berkumpul di Batu Bara," kata Saban.

Selain itu, Saban mengungkapkan terdapat 4 tanggul jebol akibat debit air yang tinggi. Namun, sudah dilakukan penutupan, agar tidak membuat dampak genangan air semakin tinggi.

"Banjir kiriman, debit air tinggi membuat tanggul jebol. Aliran sungai Sei Balai, ada sekitar empat titik," kata Saban.

Saban menjelaskan, untuk kondisi banjir di beberapa lokasi air sudah surut. Ada juga sejumlah daerah genangan air semakin tinggi.

"Ada beberapa daerah di bagian atas sudah surut. Namun, di daerah bagian bawah semakin tinggi airnya 50 cm sampai 1 meter. Di wilayah kita daerah hilir, ada 4 desa lah," ujar Saban.

Saban menambahkan pada tahun 2021 sudah tiga kali banjir melanda Kabupaten Batu Bara ini."Namun, banjir kali ini yang terparah dampaknya," kata Saban.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel