Banjir Meluas, 4.147 Warga Aceh Tamiang Mengungsi

Hardani Triyoga, Dani Randi (Banda Aceh)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Hujan yang terus mengguyur Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh membuat 11 Kecamatan di wilayah itu terendam banjir. Saat ini ketinggian air mencapai sekitar 150 cm.

Informasi yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), wilayah yang tergenang banjir ialah Kecamatan Bandar Pusaka,Tenggulun, Sekerak, Bendahara, Karang Baru, Kota Kuala Simpang, Tanjung Karang, Rantau, Seruway, Kejuruan Muda dan Kecamatan Tamiang Hulu.

Kemudian, 33 desa yang berada di aliran sungai mengalami banjir dan tanggul pecah di beberapa titik. Sementara, hingga saat ini setidaknya 160 unit sekolah tak luput dari genangan banjir.

Kepala BPBA, Ilyas mengatakan curah hujan yang tinggi dan meluapnya air sungai serta tanggul penahan air pecah membuat banjir di Aceh Tamiang semakin meluas.

"Beberapa desa yang yang berada di sepanjang aliran sungai mengalami banjir dan tanggul pecah di beberapa titik," ujar Ilyas kepada wartawan, Jumat, 22 Januari 2021.

Ia menyebutkan untuk saat jumlah warga terdampak 10.043 jiwa. Pun, jumlah pengungsi meningkat dari kemarin Kamis. Kini totalnya mencapai 4.147 jiwa.

Sebagian warga mengungsi di masjid dan rumah saudaranya yang tidak parah tergenang air banjir.

“Pengungsi meningkat yang terdata sementara sudah 4.147 jiwa," ujarnya.

Pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan terkait dampak kerusakan yang disebabkan oleh banjir di wilayah itu. Ilyas bilang saat ini air masih belum surut.

Dampak banjir di Aceh Tamiang juga mengganggu aktivitas sekolah. Para guru dan siswa terpaksa diliburkan hingga air tidak lagi menggenangi ruang belajar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang, Zulfiqar mengatakan tak ada kebijakan untuk libur. Namun, siswa dan guru tidak dapat belajar karena banjir merendam sekolah mereka.

Sementara sekolah yang tidak terendam banjir tetap melakukan aktivitas sekolah.

"Tidak libur. Ini karena sebagian sekolah tergenang banjir sehingga guru dan murid tidak dapat belajar seperti biasa," kata Zulfiqar.

Baca Juga: Banjir Rendam Kalsel, 1.385 Sekolah Terdampak