Banjir Menggenangi Ratusan Rumah Warga di Aceh Timur

·Bacaan 1 menit
Ilustrasi Foto Banjir (iStockphoto)​

Liputan6.com, Aceh Timur - Banjir menggenangi ratusan rumah di tiga gampong Kabupaten Aceh Timur, akibat hujan deras yang melanda daerah itu.

Kepala BPBD Kabupaten Aceh Timur Ashadi di Aceh Timur, Jumat (19/11/2021) mengatakan, ada 300 rumah yang terdata terendam banjir di tiga desa yang tersebar di Kecamatan Indra Makmur.

"Namun, hingga saat ini belum ada laporan gelombang pengungsian. Warga dilaporkan masih bertahan di rumah masing-masing. Ketinggian air berkisar 20 hingga 50 sentimeter," kata Ashadi.

Ashadi mengatakan berdasarkan data sementara, banjir terjadi di Desa Julok Rayeuk Selatan dengan warga terdampak mencapai 260 jiwa atau 52 kepala keluarga.

Selanjutnya, Desa Alue Le Mirah dengan warga terdampak 265 jiwa atau 65 kepala keluarga, dan Desa Jambo Lubok dengan warga terdampak 915 jiwa atau 183 kepala keluarga.

Ashadi mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan banjir di Kecamatan Indra Makmur dan beberapa titik lain yang berpotensi terjadi banjir.

"Kami siaga di posko bencana. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial terkait penyaluran bantuan jika sewaktu-waktu terjadi gelombang pengungsi,” kata Ashadi.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Respons Sekda Aceh Timur

Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Timur Mahyuddin mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi banjir setelah Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG ) menyatakan Kabupaten Aceh Timur memasuki musim hujan.

"Mengingat sekarang ini Aceh Timur sudah memasuki musim hujan, perlu langkah antisipasi secara dini serta waspada dan tanggap bencana yang bisa terjadi kapan saja,” kata Mahyuddin.

Untuk menghadapi ancaman bencana, kata Mahyuddin, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur telah memetakan wilayah rawan bencana di 24 Kecamatan.

"Kami terus menyinergikan kesiapan dalam penanganan bencana alam, termasuk mengerahkan semua pemangku kebijakan untuk mengantisipasinya," kata Mahyuddin.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel