Banjir Rendam 15 Desa di Kudus, 1.200 Warga Terisolir

Bayu Nugraha, Arrijal Rachman
·Bacaan 1 menit

VIVA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus melaporkan 15 desa dari tiga Kecamatan di Kabupaten Kudus, Jawa tengah telah terendam banjir pada Selasa 2 Januari 2021.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati menjelaskan, akibat bencana itu 4.552 KK atau 10.672 jiwa terdampak. 1.200 jiwa di antaranya terisolir akibat jalan yang terendam.

"10.672 jiwa terdampak banjir tersebut. 1.200 jiwa di antaranya yang berada di Desa Pasuruhan Lor terisolir akibat jalan yang terendam," kata dia dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu, 3 Februari 2021.

BPBD setempat, katanya melaporkan bahwa banjir yang terjadi juga berdampak pada 3.244 unit rumah dan 2.500 meter jalan desa terendam. Kondisi saat ini, tinggi mata air berada di 15 sampai 150 sentimeter.

Pemerintah setempat diungkapkannya juga telah mendirikan lokasi pos pengungsian yang berada di Aula Balai Desa Kedungdowo, Aula Balai Desa Banget, dan Aula Kec. Kaliwungu.

"BPBD Kabupaten Kudus berkoordinasi dengan Forkopimcam dan instansi terkait lainnya terus melakukan pemantauan dan pendataan kerugian di wilayah terdampak," ucap dia.

Berdasarkan analisis InaRISK, Raditya menyatakan, Kabupaten Kudus termasuk salah satu yang memiliki potensi risiko banjir sedang hingga tinggi. 9 kecamatan di wilayah itu dengan luas 25.819 hektar dan 485.863 jiwa berpotensi terpapar banjir.

"BNPB mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan siaga menghadapi musim hujan yang akan berlangsung di beberapa wilayah hingga akhir Februari 2021," tuturnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menurutnya juga telah mengeluarkan peringatan dini cuaca di wilayah Kabupaten Kudus berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Baca juga: Antisipasi Banjir di Ibu Kota, Begini Persiapan Pemprov DKI