Banjir Rezeki dari Macet Belasan Kilometer Tol Merak

Merdeka.com - Merdeka.com - Kemacetan belasan kilometer di Tol Tangerang-Merak ternyata membawa rezeki bagi sebagian orang. Salah satunya pedagang mainan bernama Narul. Barang dagangan Narul banyak dibeli pemudik yang anaknya bosan berlama-lama dalam kendaraaan.

Warga Kota Serang itu menjajakan mainan anak dan kipas di tengah antrean kemacetan kendaraan di dalam tol Merak, tepatnya disekitar Km 94.

Satu mainan anak biasa dibanderol seharga Rp20ribu. Sedangkan kipas tangan dijual olehnya seharga Rp20 ribu.

"Macet dari kemarin, lumayan rejeki banyak yang beli," ujarnya saat ditemui ruas jalan tol Merak, Sabtu (30/4).

Narul mengaku dirinya membawa 64 mainan anak dan 5 lusin kipas. Barang dagangannya kini hampir ludes terjual.

"Mainan sisa 6, bawa 64. Kalo kipas sisa tiga, bawa lima lusin. Alhamdulillah,"ujarnya.

Biasanya Narul berjualan di sekitar Kota Serang dan Kota Cilegon. Tetapi, sejak momen mudik, dia mulai menjajakan dagangannya di dalam ruas jalan tol.

Antrean kendaraan di ruas tol menuju Pelabuhan Merak mengular. Dalam video beredar nampak kepadatan terjadi diperkirakan belasan kilometer.

Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Budi Mulyanto mengakui, bahwa kondisi di Pelabuhan Merak saat ini pukul 09.50 Wib padat merayap. Kepadatan diduga karena kurang optimalnya proses bongkar muat yang terjadi di Pelabuhan Merak.

"Kurang optimal pelabuhan dalam mengelola pengguna transportasi darat menyebabkan antrean yang panjang. Bongkar 1 jam, muat 1 jam, itu sudah berapa banyak kendaraan yang akan masuk ke pelabuhan. Tidak sebanding. Kendaraan yang masuk kapal hanya berapa. Belum lagi untuk urus izin kapal," jelasnya.

"Situasi memang sudah padat karena volume sudah diberlakukan rekayasa mengatur arus masuk dan arus keluar dermaga agar arus keluar dan masuk tetap mengalir (tidak mengunci)," katanya.

Dihubung terpisah, Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Aan Suhanan mengatakan ada 2 dermaga tumpah artinya hanya bawa penumpang dari merak kembali dengn kapal tanpa penumpang, untuk percepatan sudah dioperasionalkan juga Pelabuhan Indah Kiat untuk percepatan pengurasan para pemudik ke Sumatera.

"Kepadatan tidak bisa dihindari karena volume kendaraan namun tetap dilakukan pengaturan agar tidak terjadi penguncian di dermaga," kata Suhanan saat dikonfirmasi merdeka.com. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel