Banjir Surut, Jalan Pantura Kaligawe Semarang Mulai Bisa Dilewati

Hardani Triyoga
·Bacaan 2 menit

VIVA – Setelah lima hari terendam banjir, genangan air di jalan pantura Kaligawe Semarang mulai berangsur surut. Meski masih ada genangan, tapi tidak setinggi sebelumnya.

Intensitas hujan yang turun juga tak selebat dan sesering sebelumnya membuat debit air di sungai serta kanal di sekitarnya juga berkurang.

Mulai hari ini, Rabu, 10 Februari 2021, jalan Kaligawe sudah dibuka secara bertahap untuk kendaraan yang melintas. Namun, tak semua bahu jalan bisa dilewati. Hanya bagian lajur kanan dari tiap jalur yang airnya sudah surut. Sementara, bagian kiri atau pinggiran masih tergenang sehingga kendaraan yang lewat juga beriringan di satu sisi jalan.

Kendaraan roda empat atau lebih diprioritaskan lewat. Sementara, kendaraan roda dua disarankan untuk menimbang lagi saat akan melintas mengingat genangan air yang masih ada bisa membuat kendaraan mogok atau terjebak lubang yang tak terlihat.

Terkait itu, aparat Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang mulai membuka arus lalu-lintas di ruas Jalan Kaligawe Semarang.

Beberapa personel lalu lintas Polrestabes Semarang diterjunkan ke lokasi untuk mengatur lalu lintas agar tidak saling serobot.

"Mulai dibuka tadi pagi jam 07.30, dan kendaraan yang sebelumnya sudah antre di ujung keluar jalan tol sudah terurai dan bisa gantian melintas ke jaon Kaligawe," AKP Arif, petugas PJR tol Kaligawe yang berada di lokasi.

Para sopir truk mengaku lega. Sebab, sudah satu hingga dua hari memarkir truk di ujung keluar jalan tol menuju jalan Kaligawe menunggu banjir surut.

"Parkir di bagian belakang, yang depan belum bisa jalan ya terpaksa tunggu antrean, lumayan nunggunya, sekarang sudah dibuka satu-satu ya lega mas bisa jalan lagi," kata Priyono (40), sopir truk yang akan menuju ke Jawa Timur.

Sebelumnya, banjir menggenangi jalur pantura Semarang-Demak sejak hari Sabtu, 7 Februari 2021. Selama empat hari Jalan Kaligawe terendam air hingga satu meter. Praktis jalan pun tak bisa dilewati.

Hanya beberapa truk berukuran besar dan tinggi yang bisa lewat. Itu pun penuh resiko. Beberapa truk sempat terjebak lubang dan harus reka menunggu surut untuk ditarik.

Kini, jalan sudah dibuka bertahap dan diharapkan jalur utama yang sangat penting bagi lalu lintas penumpang maupun barang di Jawa ini bisa pulih.

Laporan: Teguh Joko Sutrisno