Banjir Terparah dalam Sejarah Pakistan, 119 Orang Tewas dalam Sehari

Merdeka.com - Merdeka.com - Pakistan meminta bantuan dunia internasional untuk mengatasi banjir parah di seantero negeri. Warga berupaya mengungsi ke dataran lebih tinggi untuk menghindari banjir.

Korban meninggal akibat bencana banjir kali ini sudah mencapai 1.033 jiwa dengan 119 orang meninggal dalam waktu 24 jam terakhir, kata Badan Manajemen Bencana.

Laman BBC melaporkan, Minggu (28/8), Amerika Serikat, Inggris, Uni Emirat Arab dan sejumlah negara lain sudah menyalurkan bantuan tapi masih kurang, kata pejabat setempat.

Dalam wawancara dengan BBC, Menteri Dalam Negeri Salman Sufi menyebut negaranya sangat mengharapkan bantuan internasional.

"Pakistan tengah menghadapi krisis ekonomi, tapi saat kami akan mengatasinya bencana banjir datang," kata dia.

Dana dari sejumlah proyek pembangunan yang dialihkan akhirnya dialokasikan untuk rakyat terdampak.

Di sebelah barat laut Pakistan, ribuan orang mengungsi setelah bajir meluap dari sungai di Kahyber Pakhtunkhwa dan menimbulkan banjir bandang terdahsyat.

"Rumah yang kami bangun bertahun-tahun mulai tenggelam di depan mata kami," kata Junaid Khan, 23 tahun. kepada kantor berita AFP. "Kami duduk di pinggir jalan dan menyaksikan rumah impian kami tenggelam."

Provinsi Sindh di sebelah tenggara Pakistan juga terdampak banjir parah. Ribuan orang sudah mengungsi.

Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengatakan 33 juta warga terdampak banjir kali ini, atau sekitar 15 persen populasi.

Dia menuturkan kerugian akibat banjir kali ini tidak ada apa-apanya jika dibandingkan banjir pada 2010-2011.

Sejumlah pejabat mengatakan perubahan iklim menjadi penyebab parahnya banjir kali ini. [pan]