Bank Aladin gandeng Alfamart dan Halodoc perluas inklusi keuangan

·Bacaan 2 menit

PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) menggandeng mitra bisnis baru Alfamart dan Halodoc untuk memperluas inklusi keuangan sekaligus menggarap ekonomi digital di Indonesia dengan strategi omni channel atau lintas platform.

"Dengan melihat peluang pasar syariah di Indonesia yang sangat besar namun masih underpenetrated dalam layanan keuangan, Bank Aladin hadir bersama Alfamart dan Halodoc untuk tumbuh dan merangkul potensi pasar melalui kerja sama yang inovatif dari masing-masing perusahaan," kata Direktur Operasional Bank Aladin Basuki Hidayat di Jakarta, Rabu.

Melalui kolaborasi kerjasama industri keuangan syariah yang mengedepankan layanan digital dengan industri yang memiliki ekosistem luar jaringan atau offline dan tersebar di seluruh Indonesia tersebut, diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan, khususnya keuangan syariah.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang memberikan sambutan kunci menyampaikan apresiasi kepada Bank Aladin yang telah berinisiatif dan bertindak cepat untuk mengembangkan perbankan syariah di Indonesia melalui sistem digital.

Wapres mengharapkan, hadirnya Bank Aladin yang berkolaborasi dengan Alfamart dan Halodoc, dapat menjadi katalis positif bagi perkembangan perbankan syariah, sekaligus meningkatkan inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Ma’ruf mengatakan, Bank Aladin yang terbilang bank masih baru dalam transformasi perbankan menuju perbankan digital, telah menjadi harapan bagi inovasi layanan dan produk perbankan digital di Indonesia.

"Saya harapkan dapat menjadi yang terdepan dalam inovasi layanan dan produk perbankan digitalnya serta dapat berkolaborasi pula dengan UMK, bank dan lembaga keuangan mikro syariah lainnya yang belum terdigitalisasi," ujar Ma'ruf.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, juga menyambut positif kolaborasi Bank Aladin dengan Alfamart dan Halodoc dalam rangka mendukung inklusi keuangan di Indonesia.

Perry mengatakan, pihaknya senantiasa mendukung perusahaan perbankan digital, perusahaan financial technology (fintech), dan e-commerce dalam rangka mewujudkan ekonomi keuangan yang inklusif.

"Marilah kita berjamaah, bersinergi, bersama-sama membangun ekonomi keuangan syariah menjadi salah satu pilar pertumbuhan ekonomi," ujar Perry.

Baca juga: MES: Bank syariah mampu biayai potensi industri halal Rp714 triliun

Baca juga: Keuangan syariah perlu manfaatkan teknologi jangkau milenial

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel