Bank Amar Indonesia Optimistis Penuhi Ketentuan Minimal Modal Inti Bank

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mematok minimal modal inti bank umum Rp 1 triliun di 2020, Rp 2 triliun di 2021 dan Rp 3 triliun pada 2022. Hal itu termaktub dalam POJK Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.

Sehubungan dengan itu, Direktur Utama Bank Amar Indonesia (AMAR), Vishal Tulsian mengaku Perseroan tak memiliki kendala. Dia menuturkan, Perseroan hingga saat ini mampu untuk memenuhi ketentuan modal inti yang berlaku.

"Selama ini pula Bank Amar sudah bisa memenuhi semua persyaratan tersebut dengan baik," ujar Vishal dalam paparan publik Perseroan, Rabu (25/8/2021).

Vishal menambahkan, sebagai salah satu yang terdepan dalam bisnis digital banking, Perseroan telah menjaring banyak minat dari masyarakat.

Hingga akhir Juni 2021, layanan digital Bank Amar yakni ‘tunaiku’ telah diunduh oleh lebih dari 6,7 juta pengguna. Total aplikasi pinjaman yang masuk dari aplikasi tersebut mencapai lebih dari 9 juta permintaan dengan pencairan lebih dari 600 ribu.

Secara keseluruhan, sejak 2014 hingga akhir Juni 2021, Perseroan melalui tunaiku telah menyalurkan pinjaman lebh dari Rp 5,8 triliun kepada lebih dari 600 ribu total pinjaman.

Pada 2021, kredit yang disalurkan perseroan terus meningkat. Posisi loan book tumbuh dari Desember 2020 sebesar Rp 1,71 triliun menjadi Rp 1,86 triliun pada Juni 2021.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Liabilitas

Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Dari sisi liabilitas, penghimpunan dana dari masyarakat tetap bertumbuh secara positif meskipun kondisi perekonomian yang kurang baik selama pandemi berlangsung. Hal ini menunjukkan kepercayaan dari nasabah tetap terjaga.

Terlihat posisi Year-on-Year Juni 2020-2021, saldo DPK bertumbuh sebesar 29 persen, dari Rp 1,75 triliun menjadi Rp 2,26 triliun.

Pendapatan bunga Bank pada Semester I 2021 tercatat sebesar Rp 291 miliar, atau bertumbuh 26,63 persen dibandingkan pendapatan bunga Bank pada semester II 2020 sebesar Rp 230 miliar.

Bank juga mengelola cost of fund-nya dengan baik, seiring dengan pertumbuhan dalam saldo DPK. Hal ini tercermin dalam Pendapatan Bunga Bersih Bank yang bertumbuh sebesar 24 persen selama Semester I 2021, dibandingkan dengan semester sebelumnya.

"Jadi pada saat ini dan ke depannya posisi Bank Amar dalam keadaan yang cukup baik untuk bisa terus memenuhi persyaratan dari OJK tersebut,” pungkas Vishal.

Gerak Saham AMAR

Pengunjung mengabadikan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pengunjung mengabadikan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pada penutupan perdagangan Rabu, 25 Agustus 2021, saham PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) naik 0,65 persen ke posisi Rp 308 per saham. Saham AMAR dibuka naik dua poin ke posisi Rp 308 per saham.

Saham AMAR berada di level tertinggi Rp 330 per saham dan terendah Rp 302 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 2.615 kali dengan volume perdagangan 170.721. Nilai transaksi harian saham Rp 5,4 miliar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel