Bank Amar optimistis integrasi platform bisa gaet lebih banyak nasabah

PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) optimistis integrasi dua produk unggulannya, yaitu platform pinjaman digital Tunaiku and mobile-only intelligent bank Senyumku, bisa membuat perseroan menggaet lebih banyak nasabah baru.

Presiden Direktur Bank Amar Vishal Tulsian mengatakan, pencairan pinjaman Tunaiku telah terintegrasi secara menyeluruh dengan Senyumku. Hal itu membantu meningkatkan jumlah rekening tabungan digital, sekaligus memungkinkan pelanggan Tunaiku untuk menikmati lebih banyak fitur dan layanan dari Senyumku.

"Dengan mengintegrasikan Tunaiku dan Senyumku, kami percaya kedua produk tersebut akan saling melengkapi dan meningkatkan potensinya, yang pada akhirnya dapat menarik calon pengguna baru," ujar Vishal dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Sejak 2018, Bank Amar terus meningkatkan total pinjamannya melalui Tunaiku secara signifikan, dari 51 persen pada 2018 hingga menjadi 85 persen dari total outstanding kredit pada 2021.

Kinerja Tunaiku yang semakin kuat juga diprediksikan akan memberikan dampak positif bagi Senyumku, mengingat kedua produk tersebut kini sudah terintegrasi menjadi satu ekosistem.

"Dengan meningkatkan kapabilitas ekosistem digital dan layanan keuangan, kami dapat mencapai standar layanan yang lebih baik dan memberikan dampak sosial yang positif bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama mereka yang unbanked dan underserved," kata Vishal.

Selain produk unggulannya, sinergi Bank Amar dengan Investree diprediksikan memicu pertumbuhan masif baik dari sisi jumlah pinjaman maupun nasabah secara keseluruhan.

Sebagai salah satu pemegang saham strategis perseroan, Investree, salah satu platform P2P lending terbesar di Indonesia, akan menawarkan keahliannya terkait pinjaman untuk UMKM, yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja Bank Amar dan memberikan diversifikasi dalam portofolio pinjamannya.

Sinergi dengan Investree mencakup perjanjian kredit channeling, dimana pinjaman tertentu yang ada pada platform Investree akan dibiayai oleh Bank Amar.

Dengan demikian, perjanjian kredit channeling tersebut akan memberikan aliran pendapatan yang terdiversifikasi untuk AMAR, menghasilkan potensi Net Interest Margin (NIM) yang lebih tinggi, serta rasio Loan-to-Deposit (LDR) dan Non-Performing Loan (NPL) yang lebih konsisten.

Menurut Vishal, kerja sama dengan Investree tentunya akan memperkuat ekosistem digital Amar Bank. Terlepas dari kesepakatan kredit channeling yang memungkinkan perseroan untuk melayani segmen UMKM yang belum terlayanisecara digital, ia berharap semua pengajuan pinjaman dari Tunaiku, Investree, dan Business Banking akan segera disalurkan melalui Senyumku.

"Proses bisnis Amar Bank akan diintegrasikan ke dalam satu ekosistem digital yang kuat dan memajukan sistem kami secara keseluruhan, yang kami yakini akan menjadi katalis bagi pertumbuhan lebih lanjut Amar Bank sebagai bank digital," kata Vishal.

Terkait harga sama Bank Amar, laporan Reliance Sekuritas Indonesia menyatakan bahwa harga saham AMAR saat ini dinilai jauh lebih rendah dibandingkan dengan nilai wajarnya.

Reliance menilai AMAR dapat mencapai dan mempertahankan harga saham yang lebih tinggi berdasarkan inisiatif pertumbuhan strategis yang dapat mendorong performa perusahaan di masa mendatang.

Reliance memperkuat penilaiannya dengan menggunakan metode DCF serta perbandingan PBV dengan emiten perbankan digital lainnya. Berdasarkan perhitungannya, Reliance merekomendasikan untuk beli saham AMAR dengan target harga di Rp500 per saham, mengindikasikan potensi kenaikan sebesar 67 persen dibandingkan dengan harga penutupan pasar yakni Rp300 per saham pada 11 Juli 2022.

Reliance Sekuritas memaparkan bahwa dukungan dari Tolaram selaku pemegang saham pengendali AMAR, pertumbuhan performa perusahaan yang semakin kuat terutama untuk produk unggulan AMAR, Tunaiku dan Senyumku, serta masuknya Investree sebagai mitra dan pemegang saham minoritas, menjadi beberapa alasan utama dalam merekomendasikan saham AMAR.

Bahkan, dukungan yang terus-menerus dari Tolaram telah memberikan AMAR tambahan modal untuk membuka jalan bagi pertumbuhan berkelanjutan dari produk unggulannya yakni Tunaiku dan Senyumku, sekaligus dapat dengan mudah memenuhi persyaratan Rasio Kecukupan Modal (CAR) OJK.

Selain itu, penambahan modal juga akan ditujukan sebagai pemenuhan persyaratan modal inti minimum OJK sebesar Rp3 triliun pada akhir 2022.

Baca juga: Investree Group akuisisi saham minoritas signifikan Amar Bank

Baca juga: Amar Bank siap akselerasi pengembangan ekosistem digital

Baca juga: Bank Amar akan melantai di bursa 9 Januari

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel