Bank-bank Spanyol berupaya merger ketika prospek semakin suram

·Bacaan 3 menit

Barcelona (AFP) - Gelombang merger melanda sektor perbankan Spanyol saat pemberi pinjaman menghadapi resesi yang dipicu pandemi, suku bunga yang sangat rendah, dan meningkatnya persaingan dari perusahaan-perusahaan rintisan teknologi keuangan.

CaixaBank, bank terbesar ketiga Spanyol, dan Bankia, bank terbesar keempat, pada September sepakat merger yang akan menciptakan pemberi pinjaman domestik terbesar negara itu dengan aset sekitar 664 miliar euro.

Dan BBVA, bank terbesar kedua di negara itu, mengumumkan Senin bahwa pihaknya sedang dalam pembicaraan dengan Banco Sabadell, bank terbesar kelima Spanyol, mengenai kemungkinan kerja sama.

Jika berhasil, itu akan menciptakan bank domestik terbesar kedua di Spanyol, jauh di luar Santander, yang akan tetap menjadi bank terbesar negara itu dengan total aset karena kehadiran internasionalnya yang besar.

Sementara itu, dua lembaga pemberi pinjaman menengah Liberbank dan Unicaja mengonfirmasi pembicaraan merger baru pada Oktober.

Tren ini bukanlah hal baru di Spanyol di mana lusinan pemberi pinjaman menghilang dalam gelombang kerja sama setelah krisis keuangan 2008 ketika Madrid mendapatkan dana talangan dari Uni Eropa sebesar 41,3 miliar euro untuk sektor perbankannya yang sakit.

Operasi-operasi baru ini "defensif untuk menghindari masalah di masa depan," kata Xavier Vives, dari IESE Business School di Barcelona, kepada AFP.

Namun berbeda dengan krisis-krisis sebelumnya ketika pemberi pinjaman menghadapi masalah solvabilitas, kali ini masalahnya adalah kurangnya profitabilitas, tambah dia.

"Suku bunga rendah, kurva imbal hasil sangat datar, dan dengan pandemi Covid, revisi suku bunga ditunda. Dalam keadaan seperti ini, bisnis perbankan tidak terlalu menguntungkan," kata Vives.

Pada saat yang sama, bank-bank menghadapi persaingan sengit dari perusahaan-perusahaan rintisan teknologi keuangan atau yang disebut sektor "fintech" yang beroperasi secara daring dan memiliki biaya operasional yang jauh lebih rendah daripada bank tradisional.

“Pastinya, dengan suku bunga negatif sangat sulit mendapatkan uang,” kata Ricardo Zion, pakar bank dari EAE Business School.

"Tapi masalah besar bagi bank adalah tidak mungkin meraup untung dengan model berbasis memiliki cabang, terutama bersaing dengan 'fintech' dan operator baru."

"Ini seperti maskapai. Sebuah maskapai biasa memiliki armada dan pilotnya sendiri yang berpenghasilan 400.000 euro setahun, dan harus bersaing dengan maskapai penerbangan bertarif rendah yang menggunakan pesawat sewaan dan pilot yang berpenghasilan 60.000 euro."

Pada saat bank meningkatkan provisi mereka untuk menghadapi kenaikan kredit macet yang diperkirakan karena kejatuhan ekonomi dari pandemi, operasi merger ini "memperkuat solvabilitas mereka," kata Zion.

“Berbeda dengan krisis yang lalu, ketika bank-bank bermasalah, sekarang mereka harus menjadi bagian dari solusi,” tambah dia.

Konsolidasi perbankan yang akan mengarah kepada penutupan cabang-cabang dan PHK ini telah meningkatkan kewaspadaan serikat pekerja.

"Saya khawatir tentang besarnya kehilangan pekerjaan yang dapat terjadi," kata Pepe Alvarez, pemimpin serikat UGT, terbesar kedua di Spanyol, saat wawancara dengan radio publik Spanyol.

"Lembaga-lembaga keuangan harus menyadari upaya yang dilakukan oleh negara ini guna membuat mereka bertahan selama krisis terakhir dan mereka tidak dapat membalas kebaikan dengan lebih banyak pemecatan," tambah dia.

Antara 2008 dan akhir 2019, bank-bank Spanyol memangkas hampir 100.000 pekerjaan atau sekitar 37 persen dari angkatan kerja mereka pada 2008, kata CCOO, serikat pekerja terbesar Spanyol.

PHK baru telah diumumkan. Santander berencana memangkas 4.000 pekerjaan dan Sabadell 1.800 lainnya, sementara merger antara CaixaBank dan Bankia dilaporkan akan menyebabkan hilangnya 8.000 pekerjaan.

Kelompok-kelompok konsumen khawatir peningkatan konsentrasi dalam sektor ini bakal menciptakan oligopoli yang akan merugikan pelanggan, dengan hanya selusin bank yang tersisa di negara itu ketika satu dekade lalu ada lebih dari 70 bank.

Tetapi Vives mengatakan ini seharusnya tidak menjadi masalah "jika ada tiga atau empat bank besar dan persaingan yang memadai dari aktor digital baru."