Bank BTN gaet 400 ribu nasabah melalui Batara Spekta

Ahmad Wijaya
·Bacaan 1 menit

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan peningkatan 400 ribu nasabah melalui program loyalitas nasabah bertajuk Batara Spekta sejak resmi diluncurkan pada 9 September 2020 silam.

Direktur Distribution & Retail Funding Bank BTN Jasmin mengatakan, perseroan terus berupaya mengembalikan hakikat sebagai bank tabungan. Dengan visi tersebut, Bank BTN agresif berinovasi untuk menyajikan berbagai program dan produk yang menyentuh kebutuhan transaksi harian nasabah.

"Melalui program apreasiasi nasabah ini, kami mencatatkan kenaikan volume tabungan hingga mencapai Rp2 triliun. Kami akan terus berinovasi di bisnis tabungan karena kami bertumbuh dengan adanya dukungan nasabah kami," ujar Jasmin dalam rilis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Jasmin menambahkan, pencapaian tersebut juga sejalan dengan target perseroan menjaga porsi dana murah di level 40 persen.

Adapun, Program Batara Spekta merupakan program yang diracik emiten bersandi saham BBTN itu bagi para nasabah tabungan baik baru maupun eksisting. Melalui program anyar tersebut, nasabah tabungan Bank BTN bisa mendapatkan Poin Spekta.

Poin tersebut dapat dikumpulkan nasabah berdasarkan saldo rata-rata tabungan. Selain itu, nasabah juga dapat mengumpulkan Poin Spekta melalui transaksi menggunakan kartu debit atau mobile banking Bank BTN.

Nantinya, poin dapat ditukar dengan berbagai produk menarik. Poin tersebut juga dapat diikutkan dalam pengundian yang berhadiah mulai gawai terkini hingga rumah senilai miliaran rupiah.

Sementara itu, hingga November 2020, Bank BTN mencatatkan peningkatan rasio dana murah (current account and saving account/CASA) ke level sekitar 40 persen.

"Posisi tersebut lebih baik dibandingkan posisi CASA di Oktober pada kisaran 37 persen. Kami menargetkan hingga akhir tahun CASA akan dijaga pada kisaran 40 persen sampai 50 persen," ujar Jasmin.

Baca juga: BTN tetap tancap gas pastikan target tahun ini terpenuhi
Baca juga: BTN telah salurkan kredit Rp317 triliun sejak KPR diluncurkan 1976