Bank BUMN Siap Kucurkan Kredit Rp 90 Triliun, Ini Fokus Sektornya

Liputan6.com, Jakarta - Para pejabat Bank BUMN yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) bertandang ke gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di kompleks gedung Bank Indonesia, Rabu (1/7/2020). Dalam kesempatan tersebut, para dirut dan OJK melakukan koordinasi terkait fokus penyaluran kredit perbankan agar ekonomi Indonesia kembali tumbuh.

Sebelumnya, pemerintah telah menempatkan dana sebesar Rp 30 triliun di 4 bank BUMN yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Tabungan Negara (BTN) dan Bank Mandiri. Tujuannya ialah untuk menambah likuiditas bank-bank dalam menjalankan tugas untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi.

Ketua Himbara sekaligus Direktur Utama BRI Sunarso menegaskan, bank BUMN berkomitmen untuk melakukan ekspansi kredit hingga 3 kali lipat dari dana yang ditanamkan pemerintah. Artinya, jika pemerintah menitipkan dana Rp 30 triliun maka bank BUMN akan menyalurkan kredit hingga Rp 90 triliun.

"Kita tahu sesuai PMK Nomor 70 ada penempatan dana di bank Himbara Rp 30 triliun dan kami bank-bank yang terima stimulus harus bisa leverage 3 kali dalam 3 bulan. Kita ngecek kesiapan, semua siap dan berkomitmen leverage penempatan (dana) itu," ujar Sunarso di Jakarta, Rabu (1/7/2020).

 

Sesuai Fokus Bank

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI).

Adapun, tiap bank akan fokus ke sektor masing-masing dalam penyaluran kredit. Untuk BRI sendiri, fokus penyaluran kredit yaitu ke sektor pangan dan pendukungnya serta distribusinya.

Lalu, untuk BNI fokus penyalurannya ialah sektor padat karya dan sektor riil.

"Kita akan prioritaskan padat karya yang akan meningkatkan stimulus ke ekonomi, karena kita mulai buka PSBB bertahap kita akan mulai untuk segera pulihkan ekonomi inilah kesempatan di kuartal 3 hingga 4 untuk segera men-speed up pertumbuhan ekonomi," ujar Direktur Utama BNI Herry Sidharta.

Kemudian, bank Mandiri akan menyalurkan kredit ke sektor korporasi dan UMKM.

"Selected korporasi juga akan dibantu pembiayaan, sepanjang situasi ekonomi ada kelonggaran bisa kami ekspansi. Protokol kesehatan itu juga harus kami jaga dalam konteks ekspansi, dan kelonggaran Pemda juga menjadi trigger. Di sektor perdagangan, hotel dan lainnya itu mungkin jadi prioritas di kami," jelas Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar.

 

BTN Khusus Properti

Pemilik rumah membuat rangka penguat dapur rumah di Perumahan Griya Samaji,Cieseng, Bogor, Rabu (19/02/2020). BTN pada 2019 telah merealisasikan 735.000 rumah dalam Program pemerintah satu juta rumah dengan kredit kepemilikan rumah bersubsidi sekitar Rp 111 trilyun. (merdeka.com/Arie Basuki)

Sementara untuk BTN, penyaluran kreditnya akan berfokus ke sektor properti utamanya untuk KPR baik subsidi maupun non-subsidi.

"Di BTN kami fokus ke perumahan, kami yakin (demand akan ada) karena sektor ini kebutuhan dasar, sandang pangan papan itu kebutuhan dasar, jadi kami yakin demand-nya masih ada," tutur Direktur Utama Bank BTN Pahal Mansury.