Bank di Inggris Tak Sengaja Setor Dana Rp 2,49 Triliun ke Rekening Nasabah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, London - Bank Inggris, Santander, secara tidak sengaja menyetor uang 130 juta euro atau USD 175 juta (setara Rp 2,49 triliun, asumsi kurs Rp 14.272 per dolar AS) ke rekening nasabah pada 25 Desember 2021.

Total pembayaran ini dibagikan kepada lebih 2.000 nasabah korporat dan komersil dengan total transaksi sebanyak 75.000. Hal ini pihak bank Santander sampaikan dalam sebuah pernyataan pada Kamis, 30 Desember 2021.

"Kami mohon maaf karena masalah teknis, beberapa pembayaran dari klien korporat salah digandakan di akun penerima," penggalan dari pernyataan tersebut, dikutip dari laman CNN, Senin (3/1/2022).

Meskipun terjadi masalah teknis, Santanders menegaskan tidak ada uang klien yang hilang atau berkurang. Pihak bank berjanji akan memperbaiki kinerjanya dan bekerja sama dengan banyak bank di seluruh Inggris guna memulihkan transaksi duplikat selama beberapa hari mendatang.

Santander menduga problem terjadi karena pembayaran ganda pada masalah penjadwalan, yang tidak cepat diidentifikasi dan diperbaiki. Transaksi tersebut merupakan pembayaran tetap sebanyak satu kali yang dapat mencakup pembayaran atau upah pemasok, tambahnya.

Menurut pernyataan itu, Santander berupaya demi memulihkan dana dari bank penerima melalui "bank error recovery process," . Mode ini memiliki skema untuk mencari pemulihan dana yang disetorkan secara salah langsung dari penerima.

Santander UK adalah anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh bank global Banco Santander, yang berkantor pusat di Spanyol. Operasi di Inggris mempunyai 14 juta pelanggan aktif dan 616 cabang, menurut situs webnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kejadian Lainnya

Uang sebesar USD 175 juta atau setara Rp 2,4 triliun (estimasi kurs Rp 14. 260 per dolar AS) merupakan jumlah yang signifikan untuk dibayarkan karena kesalahan.

Akan tetapi, jika dibandingakan kehilangan bank AS , Citibank, sebesar USD 500 juta (atau Rp 7,13 triliun) tidak berarti apa-apa. Raibnya dana nasabah di Citibank termasuk salah satu kesalahan terbesar dalam sejarah perbankan dunia.

Bank secara tidak sengaja mengirimkan USD 900 juta atau Rp 12,8 triliun kepada pemberi pinjaman perusahaan kosmetik Revlon.

Kemudian pada Agustus 2021, bank justru mencoba meminta kembali sekitar USD 500 juta yang belum dibayar kembali secara sukarela. Pada Februari, hakim Pengadilan Distrik AS memutuskan bank tidak akan berhak meminta uang itu.

Reporter: Ayesha Puri

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel