Bank Dunia: 2012, Defisit RI Bakal Sentuh Rp202 T

  • Akuisisi BTN Ancam Keberlangsungan KPR Bersubsidi

    Akuisisi BTN Ancam Keberlangsungan KPR Bersubsidi

    Antara
    Akuisisi BTN Ancam Keberlangsungan KPR Bersubsidi

    Jakarta (Antara) - Ketua Serikat Pekerja Bank BTN Satya Wijayantara mengkhawatirkan rencana akuisisi BTN akan mengancam keberlangsungan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi. "Selama ini bank yang peduli menyalurkan KPR melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) hanya BTN, sedangkan bank lain lebih suka menyalurkan KPR komersial," kata Satya usai orasi penolakan akuisisi BTN di Jakarta, Minggu. ... …

  • Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    Tempo
    Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia menyatakan utang luar negeri Indonesia pada Februari 2014 mencapai US$ 272,1 miliar atau sekitar Rp 3.106,9 triliun. Nilai utang luar negeri Indonesia membengkak 7,4 persen dibanding Februari 2013 dan lebih besar ketimbang pertumbuhan pada Januari 2014 yang mencapai 7,2 persen. (Baca: Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 3.106,9 Triliun). …

  • Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    Merdeka.com
    Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    MERDEKA.COM. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meneruskan gagasan yang sudah dicetuskan sejak era Menteri Tanri Abeng, yakni meleburkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menjadi anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Keduanya adalah bank pelat merah yang telah melantai di bursa saham. …

 

INILAH.COM, Jakarta - Bank Dunia memproyeksikan defisit anggaran Indonesia bakal mencapai 2,4% dari PDB atau sekitar Rp202 triliun, pada tahun ini. Angka tersebut di atas defisit dalam APBNP 2012 yang sebesar 2,2%.

Berdasarkan data Triwulanan Perekonomian Indonesia yang dipublikasikan Senin (15/10/2012), peningkatan proyeksi defisit anggaran tahun ini disebabkan melonjaknya belanja subsidi energi.

"Bank Dunia memproyeksikan defisit sepanjang tahun 2012 akan mencapai Rp202 triliun atau 2,4 persen dari PDB. Angka tersebut lebih tinggi Rp11 triliun dari yang ditetapkan dalam APBNP 2012 sebesar Rp190 triliun atau 2,2 persen dari PDB," tutur paparan tersebut.

Pemerintah Indonesia mengalokasikan dana kontijensi sebesar Rp48,6 triliun untuk risiko subsidi energi dan program kompensasi bila harga BBM bersubsidi naik, dan anggaran ini bisa digunakan untuk kebutuhan belanja tambahan.

Menurut Bank Dunia, adanya anggaran tersebut mengindikasikan bahwa akan terjadi risiko fiskal sehubungan dengan ditundanya reformasi subsidi energi alias penaikan harga BBM subsidi. Bila nantinya tren harga minyak dunia melambung maka defisit anggaran akan semakin mendekati angka 3% dari PDB.

Namun tingginya saldo kas dan pendekatan proaktif pemerintah dalam menyiapkan pembiayaan darurat yang dapat digunakan ketika terjadi gejolak pasar akan menempatkan Indonesia pada posisi yang baik jika gejolak pasar internasional terus berlanjut. "Namun pembiayaan defisit tetap berada dalam jalur yang aman," tuturnya.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan defisit dalam APBNP 2012 tercatat sebesar Rp70 triliun per tanggal 28 September. Realisasi tersebut diperkirakan masih sesuai dengan asumsi yang ditetapkan dalam APBN-P 2012 sebesar 2,23%. [ast] 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...