Bank Dunia Ciptakan Vaksin Ampuh Lawan Virus Corona, Apa Itu?

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo menyatakan, di dalam kondisi dan situasi terdampak pandemi virus Corona, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh negara-negara untuk bisa segera memulihkan kembali ekonomi mereka.

Salah satu "vaksin" manjur yang bisa menggairahkan ekonomi negara ialah meningkatkan kerja sama internasional dan menjaga perdagangan tetap terbuka.

"Selain aksi nasional yang berani, kerja sama internasional yang lebih dalam bisa menjadi vaksin paling efektif untuk melawan ancaman ini. Negara-negara di Asia Timur dan Pasifik dan tempat lain harus melawan penyakit ini bersama-sama, menjaga perdagangan tetap terbuka dan mengkoordinasikan kebijakan ekonomi makro," ujar Aaditya sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Selasa (31/3/2020).

Dalam laporan ekonomi Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Edisi April 2020 merekomendasikan agar kerja sama internasional dan kemitraan lintas-batas antara pemerintah dan swasta dilakukan agar produksi, pasokan, dan layanan medis dalam menghadapi Virus Corona meningkat.

Kemudian, kebijakan perdagangan juga harus tetap terbuka, sehingga pasokan medis dan lainnya tersedia untuk semua negara serta untuk memfasilitasi pemulihan ekonomi yang cepat di kawasan.

 

Rekomendasi Lain

Relawan membagikan masker kepada pejalan kaki di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Selasa (17/3/2020). Sebanyak 3.000 masker dibagikan secara gratis sebagai salah satu bentuk keprihatinan sekaligus berpartisipasi dalam upaya mencegah penyebaran virus corona COVID-19. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Rekomendasi kebijakan lain adalah melonggarkan kredit untuk membantu rumah tangga melancarkan konsumsi serta membantu perusahaan bertahan dari guncangan efek pandemi.

Namun mengingat potensi krisis yang berkepanjangan, perlu penggabungan langkah-langkah di bawah pengawasan regulasi terutama karena banyak negara kawasan telah menanggung beban utang lebih tinggi.

"Untuk negara-negara lebih miskin, keringanan utang akan sangat penting, sehingga sumber daya penting dapat difokuskan pada pengelolaan dampak ekonomi dan kesehatan," demikian dikutip dari keterangan tersebut.