Bank Dunia: Shutdown AS Jadi Peluang Indonesia

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Merdeka.com
    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    MERDEKA.COM. PT. Wijaya Karya (Wika) Tbk tengah bersiap mengerjakan proyek pembangunan hotel berbintang di kawasan Masjidil Haram, Arab Saudi.Wika menjadi sub kontraktor dari kontraktor besar Timur Tengah, Bin Ladin Group yang merupakan keluarga pendiri Al-Qaidah. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

TEMPO.CO , Jakarta:Ekonom utama Bank Dunia Jim Brumby menilai shutdown alias terhentinya sementara pemerintahan di Amerika Serikat bisa dimanfaatkan negara berkembang, seperti Indonesia untuk memperbaiki kondisi fundamental perekonomian.

»Setidaknya negara berkembang tidak perlu mengkhawatirkan rencana bank sentral AS yang akan mencabut stimulus quantitative easing dalam waktu dekat,” ujarnya dalam pemaparan Indonesia Economic Quarterly di Jakarta, Jumat, 4 Oktober 2013.

Indonesia menjadikan momentum shutdown pemerintahan ini untuk membereskan permasalahan seperti defisit neraca perdagangan dan menekan inflasi. »Sehingga jika kondisi perekonomian Amerika Serikat membaik, dan bank sentralnya memutuskan untuk menarik atau menghentikan stimulus, Indonesia bisa jadi lebih siap,” kata Brumby.

Pemerintahan Amerika Serikat terhenti sementara akibat pembahasan anggaran yang mentok di tingkat kongres. Penghentian stimulus quantitative easing oleh bank sentral Amerika Serikat merupakan salah satu faktor penyebab guncangnya kondisi perekonomian di sejumlah negara berkembang termasuk Indonesia. Sejak rencana pencabutan stimulus diumumkan, pasar mulai khawatir akan adanya capital outflow atau arus modal keluar dalam jumlah besar. Kondisi ini menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar dan sempat membuat indeks harga saham anjlok.

Bank Dunia, menurut Jim, menilai langkah Indonesia dalam merilis paket kebijakan stabilisasi ekonomi pada Agustus sebagai langkah tepat. »Pemerintah mengetahui masalah yang dihadapi dan fokus untuk menyelesaikannya,” kata dia. »Ini memberikan sinyal positif bagi pasar.”

Selain itu jika implementasi kebijakan ini bagus, daya tahan Indonesia dalam menghadapi krisis bisa lebih kuat. Kendati shutdown di Amerika Serikat akan berdampak pada menurunnya permintaan komoditas ekspor, Jim memandang justru Indonesia berkesempatan meningkatkan daya saing ekspornya. »Banyak langkah jangka pendek yang bisa dilakukan, salah satunya memperbaiki arus barang di pelabuhan Tanjung Priok,” kata dia.

PRAGA UTAMA

Topik Terhangat

Ketua MK Ditangkap |Amerika Shutdown| Pembunuhan Holly Angela| Edsus Lekra |Info Haji

Berita Terkait

Presiden Barack Obama Akhirnya Batal ke KTT APEC 

Penerobos Gedung Putih Tewas Ditembak Agen Khusus

Polisi Tembak Mati Wanita Penerobos Gedung Putih

Begini Cara Australia Atasi `Shutdown` ala Amerika

Intel AS: `Shutdown` Bahayakan Keamanan Nasional

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler