Bank Indonesia Dorong Kerjasama Dunia Tangkal Dampak Perang Rusia dan Ukraina

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mendorong, penguatan kerja sama ekonomi antar negara anggota KTT G20 dalam menanggapi kondisi perekonomian global terkini. Terutama, akibat dampak perang antara Rusia dan Ukraina terhadap lonjakan inflasi akibat kenaikan kenaikan harga komoditas energi maupun pangan dunia.

"Peran G20 semakin penting dengan harus membawa kebijakan ke dalam ranah dunia. Setiap negara tidak lagi hanya berfokus pada dampak kebijakan secara domestik di negaranya," ujar Perry dalam Webinar High Level Discussion bertajuk "Strengthening Economic Recovery Amidst Heightened Uncertainty", Jumat (22/4).

Perry menyampaikan, saat ini, anggota G20 sepakat menyatakan bahwa konflik geopolitik telah membuat pertumbuhan dan pemulihan global jauh lebih kompleks.

Lemahkan Laju Pemulihan Ekonomi

pemulihan ekonomi
pemulihan ekonomi.jpg

Hal ini berpotensi melemahkan upaya dalam mengatasi tantangan ekonomi global yang sudah ada sebelumnya, termasuk kesehatan, kesiapsiagaan dan respons pandemi, utang yang tinggi di negara-negara rentan, serta mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

"Perang juga mengakibatkan krisis kemanusiaan dan meningkatkan harga komoditas seperti energi dan pangan," bebernya.

Untuk itu, dia meminta, seluruh anggota negara G20 tidak lagi berfokus pada kebijakan penguatan ekonomi domestik. Namun, turut berperan aktif terhadap proses pemulihan ekonomi di negara lainnya.

Dengan demikian, proses normalisasi kebijakan yang dilakukan secara well callibrated, well planned, dan well commmunicated oleh bank sentral menjadi semakin terfasilitasi terutama di tengah ketegangan geopolitik dunia. [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel