Bank Indonesia Perkirakan Ekonomi Membaik pada 2021

Fikri Halim, Arrijal Rachman
·Bacaan 1 menit

VIVABank Indonesia (BI) memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terkontraksi di kisaran minus 2 persen hingga minus 1 persen sepanjang 2020. Jauh lebih rendah dari perkiraan Kementerian Keuangan.

Meski begitu, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, ekonomi Indonesia akan melanjutkan perbaikan pada kuartal IV-2020. Diketahui, ekonomi sudah mengalami perbaikan kuartal III-2020 yang minus 3,49 persen dari kuartal sebelumnya minus 5,32 persen.

"Insya Allah ekonomi tumbuh positif pada kuartal IV-2020 dan meningkat di sekitar 4,8 persen sampai 5,8 persen pada 2021," kata Perry dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Kamis, 3 Desember 2020.

Baca juga: Pengakuan Pencetus Bintang Kejora soal Sejarah Dalang Papua Merdeka

Perry menegaskan, pesatnya pertumbuhan ekonomi pada 2021 dari perkiraan 2020 yang minusnya hingga 2 persen secara tahunan, karena ada perbaikan dari penanganan COVID-19. Misalnya dari keberadaan vaksin.

Vaksin tersebut, dikatakannya, akan kembali meningkatkan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat global, sehingga aktivitas ekspor akan pulih, belanja masyarakat meningkat dan investasi akan kembali mulai mengalir deras.

"Konsumsi dengan stimulus belanja sosial dari pemerintah, investasi dengan stimulus belanja modal dan investasi swasta dengan Undang-Undang Cipta Kerja serta meningkatnya mobilitas manusia dengan vaksinasi," ucapnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi pada akhir 2020 akan berada pada kisaran minus 1,7 persen hingga minus 0,6 persen.

Proyeksi tersebut didasarkan pada pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020 yang menguat dibanding kuartal yang sama tahun lalu. pertumbuhan pada kuartal III itu menurutnya mengalami pembalikan yang cukup solid usai kuartal II.

"Proyeksi ekonomi Indonesia untuk 2020 ini masih belum kita ubah," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin, 23 November 2020. (ase)