Bank Mandiri beri fasilitas pembiayaan kepada UKM supplier PT IBST

Budi Suyanto
·Bacaan 1 menit

Bank Mandiri memberikan fasilitas pembiayaan produktif yang bersumber dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan plafon senilai Rp250 miliar kepada UKM supplier atau kontraktor PT Inti Bangun Sejahtera (IBST).

Direktur Jaringan & Retail Banking Bank Mandiri Aquarius Rudianto dalam pernyataan di Jakarta, Jumat, menyatakan fasilitas ini akan diberikan selama satu tahun, dengan masa pinjaman setiap supplier atau kontraktor disesuaikan, untuk pembiayaan operasional dan belanja modal.

"Fasilitas pembiayaan ini memiliki peran yang strategis, karena dapat mendukung PT Inti Bangun Sejahtera untuk melakukan percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi, sehingga dapat mengantisipasi pertumbuhan layanan data di Indonesia yang kedepan akan terus meningkat," katanya.

Baca juga: Muhammadiyah dorong Bank Syariah Indonesia memihak usaha kecil

Aquarius menambahkan kerja sama ini juga merupakan bukti komitmen Bank Mandiri hadir untuk negeri, serta mensukseskan Program PEN yang diselenggarakan oleh Pemerintah untuk menjaga kinerja ekonomi di tengah kondisi pandemi.

"Melihat kondisi perekonomian Indonesia di tengah pandemi ini, kerjasama yang terjalin semoga menjadi benefit bagi supplier/kontraktor untuk menjaga likuiditas demi kelancaran pengerjaan proyek kerjasama dengan PT Inti Bangun Sejahtera Tbk," kata Aquarius.

Penandatanganan perjanjian kerja sama ini dilakukan oleh Direktur Utama IBST Andrie Tjioe dan Direktur IBST Jozef I Munaba serta Senior Vice President SME Banking Bank Mandiri Alexander Dippo P.J.S dengan disaksikan oleh Direktur Commercial Banking Bank Mandiri Riduan.

Sebelumnya, pembiayaan yang serupa juga telah perseroan lakukan dengan berbagai perusahaan BUMN maupun swasta terkemuka di Indonesia, antara lain pembiayaan talangan RS Mitra BPJS, TIMAH, Aneka Tambang, Hutama Karya Infrastruktur, Wijaya Karya, Wijaya Karya Beton, Adhikarya dan perusahaan lainnya.

Baca juga: Bank Mandiri beri edukasi kewirausahaan bagi 1.000 pekerja migran