Bank Mandiri berkomitmen penuhi 21-23 persen pembiayaan hijau RI

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. berkomitmen untuk secara konsisten berkontribusi sekitar 21 - 23 persen dari perkiraan kebutuhan pembiayaan hijau Indonesia yang mencapai 281 miliar dolar AS atau sekitar Rp265,3 triliun per tahun.

Sementara dari jumlah tersebut sekitar Rp37,9 triliun akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan yang besar dalam pembiayaan, namun di sisi lain memberikan peluang yang besar terutama bagi sektor swasta," ungkap Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi dalam Mandiri Sustainability Forum 2022 yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan kebutuhan pembiayaan hijau Indonesia tersebut guna mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia yang dinaikkan dalam persiapan COP27 di Sharm el-Sheikh, Mesir menjadi sebesar 31,89 persen tanpa syarat dan sebesar 43,2 persen dengan dukungan internasional pada 2030.

Pemerintah Indonesia juga telah menetapkan peta jalan jangka panjang untuk mencapai NDC dan menetapkan target pada 2030 dan 2060.

Baca juga: Pembiayaan dan aset berkelanjutan perbankan RI capai Rp809,75 triliun

Sejalan dengan hal tersebut, Darmawan memperkirakan akan melihat lebih banyak penerbitan dan instrumen terkait Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (Environment, Social, and Governance/ESG) di masa depan untuk mencocokkan dan meningkatkan ESG, serta pembiayaan dan aset yang berkelanjutan.

"Alasannya adalah keuangan hijau kita yang besar membutuhkan sumber daya yang signifikan," jelasnya.

Menurutnya, pendekatan ekonomi hijau telah menjadi tren kebijakan yang diterapkan oleh berbagai negara secara global guna membangun pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, tanpa terkecuali Indonesia dengan potensi dan sumber daya energi yang besar.

Sejalan dengan peningkatan komitmen tersebut, Bank Mandiri turut mendukung rencana pemerintah dengan konsisten mendorong kontribusinya terhadap pembiayaan keberlanjutan dan pembiayaan hijau yang saat ini telah mencapai Rp221 triliun.

Baca juga: Bank Mandiri salurkan pembiayaan berkelanjutan hingga Rp221 triliun