Bank Mandiri: Ekonomi RI harus antisipasi kenaikan harga energi

Direktur Treasury dan International Banking Bank Mandiri Panji Irawan mengingatkan agar kenaikan harga energi di pasar global harus diantisipasi karena dapat mengganggu pemulihan ekonomi Indonesia.

“Pemulihan ekonomi ke depan dihadapkan pada beberapa tantangan yang perlu kita waspadai dan patut antisipasi yaitu kenaikan harga energi,” katanya dalam Media Gathering & Presentasi Macroeconomic outlook di Jakarta, Rabu.

Panji menuturkan kenaikan harga energi di tingkat global baik minyak, gas, batu bara bahkan non energi yaitu pangan pasti akan meningkatkan biaya produksi.

Produsen pun akan meningkatkan harga jual di tingkat konsumen sehingga tingkat konsumsi semakin tertekan hingga menyebabkan inflasi lebih tinggi.

Tak hanya itu, pemulihan ekonomi juga dibayangi oleh potensi risiko rupiah terdepresiasi yang dapat menaikkan biaya-biaya dari bahan baku impor.

Panji menegaskan tantangan tersebut harus diantisipasi bersama namun tetap dengan sikap optimistis bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk tumbuh dan melewati risiko itu.

Meski demikian, menurut Panji, Indonesia patut bersyukur karena komoditas andalan seperti batu bara, palm oil, nikel dan gas yang harganya naik ini justru mampu diekspor oleh Indonesia.

“Ini salah satu yang membuat walaupun kondisi saat ini tekanan inflasi tinggi tapi buat kita tetap ada manfaat juga karena para eksportir menikmati harga walaupun mungkin saja ada biaya produksi yang naik juga,” jelasnya.


Baca juga: Riset: Energi terbarukan solusi terbaik atasi fluktuasi harga energi
Baca juga: Kemenko prediksi harga ICP bisa naik 50 persen sepanjang 2022
Baca juga: Presiden: Pemerintah terus menahan agar harga Pertalite tidak naik

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel