Bank Mandiri Kantongi Pendapatan Rp 25,6 Triliun pada Kuartal I 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat pendapatan tumbuh 7,2 persen year on year (YoY) pada kuartal I 2021. Perseroan meraup pendapatan Rp 25,6 triliun.

Penopang kenaikan pendapatan Bank Mandiri didukung pertumbuhan bunga bersih (NII) sebesar 12,6 persen menjadi Rp 17,5 triliun.

PT Bank Mandiri Tbk juga membukukan laba sebelum provinsi (PPOP) sebesar Rp 14,1 triliun tumbuh 1,7 persen dari periode yang sama. Realisasi laba bersih mencapai Rp 5,9 triliun pada kuartal I 2021. Angka ini turun dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 7,92 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan laba, penyaluran kredit tercatat mencapai Rp 779 triliun hingga kuartal I 2021.

"Kami melihat laju pertumbuhan ini sebagai tanda positif mulai berdenyutnya sisi permintaan dunia usaha yang perlu terus dijaga dan bahkan diperkuat agar ekonomi Indonesia segera pulih. Oleh karena itu, kami tidak akan lengah dan terus waspada dalam mengeksekusi rencana bisnis ke depan," ujar Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi, seperti dikutip dari Kanal Bisnis Liputan6.com, ditulis Rabu (28/4/2021).

Pertumbuhan kredit itu ditopang segmen wholesale naik tipis 0,18 persen yoy menjadi Rp 513,9 triliun. Segmen UMKM tumbuh 3,22 persen YoY menjadi Rp 92,1 triliun.

Beberapa sektor ekonomi yang menjadi fokus penyaluran kredit segmen wholesale antara lain sektor FMCG, perkebunan dan konstruksi.

Sementara di sektor UMKM, outstanding portfolio KUR juga naik 35,4 persen yoy menjadi Rp 46,2 triliun. Dengan kredit Rp 9,6 triliun disalurkan kepada 99.162 debitur pada kuartal I 2021.

"Kami optimis perkembangan program vaksinasi covid-19 yang dikombinasikan dengan berbagai stimulus kebijakan pemerintah dan regulator, termasuk berbagai program bantuan sosial kepada masyarakat, akan mampu membangkitkan perekonomian Indonesia dari tekanan dahsyat pandemi COVID-19," ujar dia.

Pencapaian Bank Mandiri tetap memperhatikan kualitas pembiayaan sehingga rasio NPL konsolidasi terjaga baik di kisaran 3,15 persen dan rasio pencadangan terhadap NPL lebih dari 220 persen.

Aset Bank Mandiri Tumbuh 20 Persen

Nasabah melakukan transaksi di cabang Bank Mandiri Pertamina UPMS III, Jakarta, Rabu (28/6). Bank Mandiri memberikan layanan perbankan terbatas kepada nasabah secara bergantian pada musim liburan Idul Fitri 26-30 Juni 2017. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Nasabah melakukan transaksi di cabang Bank Mandiri Pertamina UPMS III, Jakarta, Rabu (28/6). Bank Mandiri memberikan layanan perbankan terbatas kepada nasabah secara bergantian pada musim liburan Idul Fitri 26-30 Juni 2017. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu, PT Bank Mandiri Tbk mencatat aset Rp 1.584,1 triliun hingga kuartal I 2021. Aset itu tumbuh 20 persen secara yoy.

Nilai aset ini didapat dari kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga menembus level Rp 1.100 triliun dan kenaikan penyaluran kredit.

"Kenaikan aset yang signifikan tersebut terutama didorong oleh keberhasilan proses merger Bank Syariah Mandiri dan dua bank syariah himbara lainnya menjadi Bank Syariah Indonesia dan menjadi entitas perusahaan anak Bank Mandiri,” kata Darmawan.

DPK Bank Mandiri tumbuh 25,5 persen yoy menjadi Rp 1.181,3 triliun secara konsolidasi, dengan komposisi dana murah yang meningkat menjadi 67,60 persen dari sebelumnya yang sebesar 64,13 persen.

DPK secara bank only juga meningkat sebesar 15,6 persen yoy mencapai Rp 947,8 triliun dengan CASA ratio sebesar 71,2 persen. Hal tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan giro yang mencapai 41,73 persen yoy menjadi Rp 335,9 triliun.

"Keberhasilan kami memperbaiki komposisi dana murah ini juga ikut menekan biaya dana atau cost of fund YtD (bank only) menjadi hanya 1,80 persen, turun tajam dari 2,83 persen pada Maret 2020,” ujar Darmawan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini