Bank Mandiri pacu pemerataan ekonomi lewat KUR pariwisata

Risbiani Fardaniah

Bank Mandiri memacu pemerataan ekonomi masyarakat dengan mendorong pengembangan pariwisata Tanah Air, melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) kepada pelaku usaha kecil yang bergerak di sektor pariwisata.

"Ke depan kami akan sejalan dengan arah pertumbuhan, salah satunya melalui pariwisata karena merupakan sektor unggulan," kata Direktur Retail Banking Bank Mandiri Donsuwan Simatupang di Desa Kutuh, Kabupaten Badung, Bali, Kamis.

Bank Mandiri menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp2,48 triliun selama periode Januari-Agustus 2019 kepada 32.416 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.

Sebaran usaha penerima KUR pariwisata itu di antaranya usaha penyediaan akomodasi, usaha kerajinan/makanan oleh-oleh khas, usaha restoran, kafe dan rumah makan. Selain itu, usaha penyewaan transportasi dan kendaraan roda dua atau perahu.

Ia menambahkan pembiayaan KUR Mandiri telah menjangkau tujuh dari 10 lokasi destinasi wisata yang diprioritaskan pemerintah lewat program Bali Baru.

Ketujuh lokasi tersebut yakni Danau Toba, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu, Tanjung Lesung, Bromo Tengger, Borobudur dan Mandalika dengan total limit KUR mencapai Rp251 miliar kepada 3.114 UMKM.

Di samping dukungan pembiayaan langsung kepada UMKM, lanjut dia, pihaknya juga memberikan pendampingan kepada UMKM dalam pengelolaan usaha untuk meningkatkan penjualan.

Salah satunya, melalui pelatihan khusus untuk memperkenalkan program promosi secara digital dan pemanfaatan solusi pembayaran dalam jaringan.

Sementara itu pada diskusi pengembangan UMKM sektor wisata yang menghadirkan Kepala Desa Adat Kutuh I Made Wena dan Kepala Desa Kutuh I Wayan Purja disampaikan keberhasilan pola pengembangan desa wisata secara mandiri.

"Kami wajib melakukan pertumbuhan usaha sejalan dengan program unggulan pemerintah. Wujudnya kami hadir di Desa Adat Kutuh untuk bisa berkolaborasi ke depan membangun desa adat lebih hebat," kata Donsuwan.