Bank Mandiri salurkan KUR Rp34,38 triliun hingga Oktober 2022

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau Bank Mandiri telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp34,38 triliun kepada lebih dari 319 ribu debitur di seluruh Indonesia sejak Januari hingga Oktober 2022 atau mencapai 85,96 persen dari target Rp 40 triliun.

“Sejalan dengan aspirasi pemerintah dalam mendukung UMKM, penyaluran KUR juga menjadi wujud komitmen Bank Mandiri untuk meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif,” kata SEVP Micro and Consumer Finance Bank Mandiri Josephus Triprakoso melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Dari jumlah tersebut, lanjut dia, penyaluran KUR Bank Mandiri masih didominasi oleh sektor produksi, seperti sektor pertanian, perikanan, jasa produksi, dan industri pengolahan, sebesar Rp20,53 triliun atau 59,71 persen dari total realisasi KUR pada akhir Oktober 2022.

Josephus mengungkapkan KUR Bank Mandiri difokuskan pada sektor produktif unggulan di masing-masing wilayah, baik pertanian, perikanan, industri pengolahan, maupun jasa-jasa produksi, yang didukung sinergi dari seluruh segmen bisnis, koordinasi yang kuat di seluruh jaringan, serta kerja sama strategis dengan perusahaan finansial maupun e-commerce.

Baca juga: Kredit UMKM Bank Mandiri tumbuh 12,6 persen didorong penyaluran KUR

Sampai dengan akhir tahun, Bank Mandiri optimistis dapat memenuhi target penyaluran KUR yang ditetapkan pemerintah. Di samping itu Bank Mandiri juga terus melakukan upaya untuk mengembangkan segmen UMKM untuk memiliki daya saing tinggi, salah satunya melalui pengembangan Rumah BUMN.

Melalui Rumah BUMN, Bank Mandiri secara aktif memberikan pelatihan serta pembinaan bagi pelaku UMKM, salah satunya dengan memanfaatkan ekosistem digital seperti e-commerce dan sosial media untuk memperluas pasar UMKM lokal.

Sejak 2017 Bank Mandiri telah mendirikan 22 Rumah BUMN yang tersebar di seluruh Indonesia dengan lebih dari 13.600 UMKM yang telah bergabung dan menyerap 42 ribu tenaga kerja.

“Secara sektoral, bisnis UMKM terus menunjukkan pertumbuhan. Kondisi ini diperkirakan terus berlanjut seiring dengan meningkatnya daya beli masyarakat serta dukungan pemerintah dan regulator dalam menopang pertumbuhan UMKM,” tuturnya.

Baca juga: Erick Thohir: Penyaluran KUR harus diiringi pembinaan mutu produksi