Bank Mandiri setujui kredit mikro untuk petani mitra PLN

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 1 menit

Bank Mandiri menyetujui pemberian kredit mikro produktif kepada para petani mitra PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mendukung elektrifikasi pompa irigasi di sektor pertanian.

Pembiayaan yang merupakan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) ini akan diberikan kepada petani yang mengajukan permohonan kepada PLN, dengan potensi lahan pertanian yang dapat tergarap mencapai 69.000 hektare di Madiun, Jawa Timur.

Kesepahaman perjanjian kerja sama ini ditandatangani oleh Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril dan Direktur Jaringan dan Retail Banking Bank Mandiri Aquarius Rudianto di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Bank Mandiri beri edukasi kewirausahaan bagi 1.000 pekerja migran

Menurut Aquarius, kerja sama ini merupakan bentuk kolaborasi antar BUMN dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian, melalui elektrifikasi pompa irigasi serta memperkuat peran sektor pertanian dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

"Lewat sinergi ini, kami berharap kesejahteraan petani dan pemberdayaan SDM pertanian dapat meningkat, serta mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional yang saat ini tengah terdampak pandemi COVID-19 ini," katanya.

Ia menambahkan penyaluran program KUR untuk sektor pertanian menjadi salah satu prioritas Bank Mandiri mengingat area ini merupakan sektor produksi yang penting untuk meningkatkan produksi pangan dan menyerap tenaga kerja.

Baca juga: Bank Mandiri beri fasilitas pembiayaan kepada UKM supplier PT IBST

"Salah satu keistimewaan program ini adalah pembiayaan ini bisa diakses oleh petani mitra PLN yang belum menjadi nasabah Bank Mandiri. Asalkan mendapat rekomendasi dari PLN," katanya.

Dengan pendekatan ini, menurut Aquarius, pihaknya optimistis dapat terus meningkatkan penyaluran KUR secara optimal sesuai target.

Saat ini penyaluran KUR Bank Mandiri per November 2020 telah mencapai Rp21,36 triliun kepada 242.948 debitur. Nilai penyaluran tersebut telah setara dengan 87,17 persen dari target 2020 sebesar Rp24,5 triliun.

Baca juga: Pertumbuhan ritel dan global bond topang kinerja Mandiri Sekuritas