Bank Mandiri Siap Kucurkan Modal ke Supplier Telkomsel

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Bank Mandiri bersinergi dengan PT Telkomsel dalam upaya memberdayakan mitra supplier melalui penguatan akses permodalan dan kemudahan transaksi.

Harapannya, inisiatif penyiapan akses modal ini dapat membantu supplier meningkatkan kapasitas produksi serta ikut mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional

Akses permodalan ini akan menggunakan skema Accepted Invoice Financing (AIF) atau sering disebut dengan Accepted Invoice Financing, dengan plafon yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing supplier. Pembiayaan sendiri akan diberikan kepada supplier yang telah mengantungi kontrak dari Telkomsel.

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Susana Indah K Indriati menilai, pihaknya berkomitmen untuk mendukung pengembangan bisnis ekosistem nasabah segmen corporate banking.

"Kami sangat antusias dengan sinergi antar BUMN ini karena sangat strategis untuk mendukung pencapaian program pemulihan UMKM Indonesia, terutama di sektor digital. Apalagi, kami melihat bahwa Telkomsel terbukti di masa pandemi ini terus berkinerja baik melalui Business Optimization dan peningkatan digitalisasi Indonesia," kata Indah di Jakarta, Kamis (13/1/2022).

"Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan peran Bank Mandiri dalam meningkatkan pemanfaatan transaksi perbankan melalui benefit akses permodalan via supplier financing," terangnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pemberdayaan

Petugas menata tumpukan uang di Cash Pooling Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (20/1/2021). BI mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tetap tinggi pada November 2020 dengan didukung komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang kuasi. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Petugas menata tumpukan uang di Cash Pooling Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (20/1/2021). BI mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tetap tinggi pada November 2020 dengan didukung komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang kuasi. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel Mohamad Ramzy menyatakan, perjanjian kerja sama ini merupakan sinergi dua perusahaan BUMN untuk memberikan pemberdayaan.

"Kemudian untuk memberikan fasilitas permodalan maupun layanan produk dan jasa perbankan lainnya," ujar dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel