Bank Mandiri Siap Salurkan Bansos Rp 18,6 Triliun di 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah menyalurkan bantuan sosial (bansos) yang merupakan program dari Kementerian Sosial senilai total Rp 13,5 triliun. bansos tersebut melalui Program Sembako atau BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Bantuan Sosial Tunai.

Tahun ini, Bank Mandiri siap menyalurkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp 18,6 triliun, yang terdiri atas Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) kepada sekitar 2,1 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dan Bantuan Sosial Program Sembako kepada sekitar 4,3 juta KPM

Bank Mandiri sendiri sudah terlibat dalam penyaluran Bansos sejak 2017. Dalam kurun waktu tahun 2020, Bank Mandiri telah menyalurkan sekitar Rp 7,3 triliun Program Sembako/BPNT kepada sekitar 3,5 juta KPM dan menyalurkan sekitar 6,2 triliun Program Keluarga Harapan kepada sekitar 1,6 juta KPM.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan, pihaknya siap bersinergi dengan Kementerian Sosial, Pemda, serta pendamping Bansos di seluruh Indonesia dengan melibatkan 24.197 Agen Bank Mandiri.

Adapun proses pencairan bansos akan dilakukan secara non-tunai melalui ATM maupun agen bank agar program ini dapat berlangsung secara efisien, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat administrasi.

“Kami dan Bank Himbara lainnya juga telah melakukan pendataan dan pendistribusian Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), dimana KPM penerima bansos Bank Mandiri akan bertambah sekitar 769 ribu” kata Darmawan Junaidi

Sebagai upaya mempersiapkan penyaluran bansos di tengah wabah COVID-19, Bank Mandiri tetap menjaga danmelakukan monitor kesehatan setiap pegawai serta melakukan berbagai upaya untuk dapat meminimalisir dan mencegah penyebaran virus COVID 19 dengan menginstruksikan kepada petugas bansos Bank Mandiri dan Agen Mandiri untuk menerapkan protokol kesehatan saat penyaluran bansos.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengingatkan penerima bansos untuk menggunakan masker saat mengambil bantuan, membawa hand sanitizer, menerapkan physical distancing, dan memberikan arahan agar segera pulang setelah menerima bantuan, serta langsung mandi saat baru pulang dari pengambilan bansos.

Kemenko PMK Sebut Peluncuran Penyaluran Bansos 2021 Paling Telat 14 Januari

Paket bansos terlihat di Gudang Food Station Cipinang, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Pemerintah menyalurkan paket bansos sebesar Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan untuk mencegah warga mudik dan meningkatkan daya beli selama masa pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Paket bansos terlihat di Gudang Food Station Cipinang, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Pemerintah menyalurkan paket bansos sebesar Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan untuk mencegah warga mudik dan meningkatkan daya beli selama masa pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Sebelumnya, Pemerintah akan segera menyalurkan program-program bantuan sosial (bansos) tahun 2021 secepatnya. Kementerian Sosial memastikan bahwa pemerintah pusat akan meluncurkan program-program bansos tahun anggaran 2021 pada awal Januari.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Tubagus Achmad Choesni menjelaskan, penyaluran bansos pada awal tahun dilakukan untuk menaikkan kemampuan ekonomi, daya beli masyarakat, dan konsumsi rumah tangga masyarakat.

"Rencana launching akan diprioritaskan pada tanggal 8 Januari 2020 dan paling telat pertengahan Januari yakni 14 Januari 2020," ujar dia dikutip dari laman resmi Kemenko PMK, Minggu (3/1).

Choesni memaparkan, peluncuran penyaluran bansos 2021 akan dilakukan secara offline dan online. Peluncuran ini akan langsung dipimpin oleh Presiden Jokowi dan diikuti oleh para menteri, kepala lembaga, dan pihak terkait lainnya.

"Rencananya, peluncuran bansos pada awal Januari nanti akan dilakukan secara terpadu yang terdiri dari program bansos reguler dan nonreguler," katanya.

Saksikan video pilihan berikut ini: