Bank Mandiri Siapkan Belanja Modal Rp 1,7 Triliun untuk IT

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) siapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 1,75 triliun untuk pengembangan dan penguatan digital banking pada 2021.

"Untuk pengembangan IT capex-nya di sekitar Rp 1,75 triliun," kata Direktur Information Technology Bank Mandiri, Rico Usthavia Frans dalam paparan Kinerja Bank Mandiri Triwulan IV-2020, Kamis (28/1/2021).

Adapun belanja modal tersebut akan dialokasikan untuk beberapa hal. Pertama, meningkatkan keandalan sistem layanan Bank Mandiri. Kedua, untuk penguatan core banking melalui peremajaan. Bank Mandiri juga melakukan banyak rekayasa ulang proses bisnis (Business Process Reengineering/BPR).

"Kita melakukan banyak sekali business process reengineering, termasuk di antaranya adalah kita melakukan underwriting dengan baik menggunakan teknologi AI (Artificial Intelligence) maupun machine learning. Sehingga saat ini hampir 90 persen dari aplikasi kartu kredit DCC-nya menggunakan mesin,” beber Rico.

Selanjutnya, belanja modal dialokasikan untuk transformasi IT itu sendiri. Seperti melakukan strategy cost management, baik dari sisi IT itu hingga server.

"Terrmasuk di antaranya adalah juga mengarah pada bagaimana komposisi delivery cost dari channel cabang, call center, ATM, Mandiri online, yang ke depan akan diarahkan kepada channel yang lebih bagus sehingga cost per transaksi akan menurun,” pungkas Rico.

Bank Mandiri Bakal Terbitkan Green Bond pada 2021

Nasabah bertransaksi di anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Mandiri di Mal Pondok indah 2, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Sejumlah nasabah Bank Mandiri mengeluhkan perubahan drastis saldo di rekening yang mengalami pengurangan dan ada juga yang mengalami penambahan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Nasabah bertransaksi di anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Mandiri di Mal Pondok indah 2, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Sejumlah nasabah Bank Mandiri mengeluhkan perubahan drastis saldo di rekening yang mengalami pengurangan dan ada juga yang mengalami penambahan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sebelumnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berencana merilis green bond senilai USD 300 juta, setara Rp 4,2 triliun (kurs Rp 14.000 per USD) pada 2021. Angka tersebut merupakan bagian dari slot obligasi global senilai USD 750 juta atau setara Rp 10,5 triliun yang belum diterbitkan.

Adapun BMRI memiliki total global bond sebesar USD 2 miliar untuk rencana bisnis jangka menengah 3 tahun dan lebih dari 5 tahun. Sebanyak USD 1,25 miliar diantaranya sudah direalisasikan. Sehingga BMRI hanya memiliki sisa global bond sebesar USD 750 juta.

"USD 750 juta ini akan dimanfaatkan dalam tahun 2021. Di antaranya, lewat rencana untuk penerbitan terkait green bond dengan size-nya USD 300 juta di 2021," kata Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi dalam paparan Kinerja Bank Mandiri Triwulan IV-2020, Kamis, 28 Januari 2021.

Sebelumnya, pada 11 April 2019, BMRI menerbitkan Euro Medium Term Notes (EMTN) dengan bunga tetap yang tidak dijamin senilai USD 750 juta.

Kemudian, pada 13 Mei 2020, BMRI menerbitkan menerbitkan instrumen yang sama dengan total nilai yang diterbitkan mencapai USD 750 juta. Dengan demikian, dari total target USD 2 miliar, sudah dirilis USD 1,25 miliar dan tersisa USD 750 juta lagi.

Sementara itu, Darmawan menambahkan perseroan juga masih memiliki ruang untuk menerbitkan surat utang denominasi rupiah senilai Rp 19 triliun. "Itu sampai Mei 2022. Namun, ini masih kami kaji timing yang tepat. Mempertimbangkan likuiditas rupiah dan pasar," kata dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini