Bank Mantap ditunjuk Asabri jadi mitra bayar korban KRI Nanggala

Subagyo
·Bacaan 1 menit

Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) ditunjuk oleh PT Asabri (Persero) sebagai mitra bayar hak manfaat Asabri berupa Program Tabungan Hari Tua (THT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan beasiswa kepada keluarga kru korban tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402.

Direktur Utama Bank Mantap Elmamber P. Sinaga melalui keterangan di Jakarta, Kamis, menyampaikan pihaknya turut berduka cita atas korban gugurnya 53 personil KRI Nanggala 402.

Elmamber pun mengapresiasi pemerintah, khususnya Asabri yang telah mempercayakan kepada Bank Mantap sebagai mitra bayar THT, JKK dan beasiswa kepada 17 keluarga korban yang berada di Surabaya.

"Kepada 17 ahli waris korban kru KRI Nanggala 402, Bank Mantap menyalurkan manfaat santuan dengan total sebesar Rp398.476.700 untuk THT, sedangkan untuk JKK sebesar Rp5,95 miliar dan beasiswa sebesar Rp360.000.000. Penyerahan dana ini merupakan bagian dari program manfaat ASABRI sesuai Peraturan Pemerintah (PP) 54 Tahun 2020," ujarnya.

Kapal selam KRI Nanggala 402 yang membawa 53 awak kapal tenggelam pada Rabu (21/4) dini hari di perairan utara Pulau Bali saat latihan penembakan torpedo.

Setelah melakukan proses pencarian, pada Minggu (25/4), KRI Nanggala-402 dinyatakan telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur. Kapal selam buatan Jerman itu ditemukan tenggelam di kedalaman 838 meter dengan kondisi terbelah menjadi tiga bagian.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah akan membangunkan rumah bagi keluarga dari prajurit yang gugur akibat tenggelamnya KRI Nanggala 402.

Presiden Jokowi juga kembali menekankan bahwa pemerintah akan memberikan penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat kepada 53 prajurit yang gugur. Pemerintah juga akan menjamin pendidikan para putra dan putri prajurit hingga jenjang perguruan tinggi.


Baca juga: Bank Mantap gandeng TMI bantu pensiunan buka toko sembako

Baca juga: Bank BJB-Bank Mantap sinergi penyaluran kredit Rp500 miliar

Baca juga: Bank Mantap optimalkan digitalisasi layanan pensiunan di normal baru