Bank Mega Bidik Laba Bersih Tahun Ini Rp3,5 Triliun

Fikri Halim, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – PT Bank Mega Tbk mematok target laba bersih di tahun 2021 ini tembus Rp3,5 triliun. Direktur Utama Bank Mega, Kostaman Thayib mengatakan, target yang dicanangkan pihaknya itu tumbuh sebesar 16 persen atau Rp500 miliar lebih tinggi dibanding capaian tahun 2020 yang berhasil mencapai angka Rp3 triliun.

Kostaman optimistis target itu bisa diraih. Itu seiring dengan langkah pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi COVID-19 yang tengah digenjot pemerintah di tahun 2021 ini.

"Tapi berapa pun prediksi di tahun 2021 ini, kami di Bank Mega optimis tetap bisa tumbuh di tengah pandemi COVID-19," kata Kostaman dalam telekonferensi, Rabu 17 Februari 2021.

Baca juga: Promo Indomaret Sampai 21 Februari 2021, Belanja Non Tunai Harganya Miring

Kostaman menambahkan, optimisme pihaknya itu juga ditopang oleh adanya kabar baik bahwa program vaksinasi COVID-19 sudah mulai dikebut oleh pemerintah. Hal itu bisa menciptakan perbaikan pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2021,

"Tentunya hal ini juga akan ikut memengaruhi (aspek perekonomian nasional), sehingga Bank Mega juga akan terus meningkatkan kinerjanya," ujar Kostaman.

Selain target laba bersih tersebut, di tahun 2021 ini Bank Mega juga mematok target kenaikan aset sebesar 4,4 persen menjadi Rp117 triliun, dibandingkan aset 2020 yang mencapai sebesar Rp112 triliun.

Kemudian, target lainnya yakni pada ranah kredit kepada pihak ketiga, yang juga dipatok naik menjadi Rp51 triliun dibandingkan dengan tahun 2020 yang mencapai Rp48 triliun.

"Kemudian Dana Pihak Ketiga (DPK) juga kami targetkan naik 6,3 persen menjadi Rp84 triliun (di tahun 2021), dibandingkan dengan tahun 2020 yang hanya mencapai sebesar Rp79 triliun," ujarnya.

Diketahui, Bank Mega melaporkan perolehan laba bersih di sepanjang tahun 2020 senilai Rp3,01 triliun, terdongkrak hingga 50,2 persen jika dibandingkan dengan 2019 yang hanya mencapai Rp2 triliun. Selain itu, aset Bank Mega juga tercatat naik 11,3 persen, di atas capaian industri perbankan Tanah Air yang hanya naik 7,6 persen per November 2020 lalu.