Bank Mutiara Garap Sektor Mikro Tahun Depan

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Merdeka.com
    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar rencana akuisisi lebih dari 60 persen saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri ditunda. Soalnya, wacana itu dinilai sudah meresahkan masyarakat. …

Yogyakarta (ANTARA) - Bank Mutiara akan menggarap sektor mikro pada tahun depan, karena segmen itu masih menjanjikan.

"Meskipun banyak bank sudah terjun di segmen itu, baru 30 persen sektor mikro yang digarap perbankan Indonesia," kata Direktur Bank Mutiara Benny Purnomo di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, pihaknya menargetkan pengelolaan dana dari sektor mikro pada tahun depan itu sebesar Rp1 triliun.

"Kami telah menyiapkan `software` khusus, jaringan hingga perizinan untuk menggarap sektor mikro. Dana yang disiapkan untuk investasi di sektor itu mencapai Rp3 miliar," katanya.

Ia mengatakan pihaknya juga menyiapkan tim yang akan mengurusi sektor tersebut. Dari 51 kantor cabang yang dimiliki, ada 180 tim yang akan menangani sektor mikro.

Setiap tim, menurut dia, beranggotakan lima orang. Mereka sementara berkantor di kantor yang sudahada, dan jika memungkinkan akan membuat kantor lagi," katanya.

"Langkah tersebut untuk bersaing dengan bank lain dan mendapatkan keuntungan sesuai dengan target yang ditentukan pada 2013, yakni naik 15-20 persen dibandingkan 2012," katanya.

Ia mengatakan aset Bank Mutiara pada November 2012 mencapai Rp14 triliun, dan pada akhir Desember 2012 ditargetkan mencapai Rp14,8 triliun. Saat "take over" pada 2008 asetnya hanya Rp5,5 triliun.

Kredit pada November 2012 mencapai Rp10,6 triliun, dan akhir Desember 2012 ditargetkan sebesar Rp11 triliun. Saat diambilalih pada 2008 kredit hanya Rp4,5 triliun.

Dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun pada November 2012 sebesar Rp12,2 triliun dan akhir Desember 2012 ditargetkan sebesar Rp12,5 triliun. DPK pada 2008 Rp5,1 triliun.

Kredit bermasalah (NPL) saat diambilalih sebesar 35 persen, tetapi pada November 2012 menjadi empat persen dan akhir Desember 2012 ditargetkan menjadi 3,8 persen.

"Selain sektor mikro, kredit konsumen, modal kerja, dan sektor industri juga terus digenjot," kata Benny.

Corporate Secretary Bank Mutiara Rohan Hafas mengatakan Bank Mutiara telah meluncurkan kartu debit yang bekerja sama dengan jaringan Prima Debit pada November 2012.

Menurut dia kartu debit itu merupakan inovasi layanan perbankan untuk mendorong peningkatan pendapatan nonbunga atau "fee based income", yang pada tahun ini ditargetkan mencapai Rp140 miliar.

"Hal itu seiring dengan strategi manajemen Bank Mutiara yang fokus menggarap `retail banking`," kata Rohan. (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...