Bank OCBC NISP jadi bank pertama raih pinjaman ramah lingkungan IFC

Muhammad Yusuf
·Bacaan 2 menit

Pada usia ke-80 PT Bank OCBC NISP mendapat kepercayaan untuk menjadi bank pertama di Indonesian meraih pinjaman green bond (ramah lingkungan) senilai 200 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp 2,75 triliun dari anggota World Bank Group, International Finance Corporation (IFC).

Hal itu dikemukakan Presiden Direktur OCBC NISP Parwati Surjaudaja disela merefleksikan kinerja bank OCBC NISP yang menginjakkan usia ke-80, Rabu.

Dia mengatakan, ini suatu kebanggan untuk tetap menjaga kepercayaan pelanggan dan juga menjaga lingkungan dengan menyediakan produk dan layanan perbankan.

Selain itu, di usia ke-80 tahun Bank OCBC NISP perkuat komitmen untuk meningkatkan literasi keuangan, mendukung UMKM dan Sustainability

Bank OCBC NISP, salah satu pelopor perbankan di Indonesia, berkembang dari sebuah bank kecil di Kota Bandung pada 1941 dan terus melaju memperkuat posisinya sebagai Bank ke-7 terbesar dari sisi aset dengan peringkat kredit salah satu tertinggi di Indonesia.

Selama 80 tahun, OCBC NISP menjadi rekan seperjuangan masyarakat Indonesia yang tidak hanya bertahan, namun terus bangkit dan berkembang menjadi lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan serta krisis.
Baca juga: Bank ini sediakan permodalan Rp15 miliar bagi perempuan pelaku UMKM
Baca juga: Bank swasta ini siap salurkan permodalan untuk perempuan pelaku UMKM

OCBC NISP berkomitmen untuk mengambil peran lebih besar, lebih dari sekadar mitra perbankan yang menyediakan solusi finansial, namun meraih visi menjadi “mitra tepercaya untuk meningkatkan kualitas hidup”.

Hal ini dapat diwujudkan dengan tiga komitmen besar, yakni mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat, mendukung pengembangan para pelaku UMKM, dan keberlanjutan bisnis atau sustainability.

Khusus sebagai bank yang ramah lingkungan dan mendapatkan pendanaan dari IFC, lanjut dia, dana tersebut akan digunakan OCBC NISP untuk meningkatkan penyaluran kredit kepada pengusaha wanita dan UKM milik wanita (women-owned small and medium enterprises/WSMEs).

Hal ini sesuai dengan nota kesepahaman kerja sama dengan private arrangement antara Bank OCBC NISP dan IFC.

"Ini merupakan bagian dari Program Pembiayaan Berkelanjutan (Sustainability Bond Program) Bank OCBC NISP yang terdiri dari green bond dan gender bond," katanya.
Baca juga: Tahun ini, Bank Mandiri terbitkan "green bond" 300 juta dolar AS
Baca juga: BI longgarkan uang muka mobil ramah lingkungan, hanya 5-10 persen

Tangkapan layar suasana kegiatan memperingati HUT ke-80 OCBC NISP secara virtual dan menjadi momen kebanggan menjadi bank pertama penerima pinjaman ramah lingkungan (green loan) dari IFC-Bank Dunia. ANTARA Foto/ Humas Bank OCBC NISP
Tangkapan layar suasana kegiatan memperingati HUT ke-80 OCBC NISP secara virtual dan menjadi momen kebanggan menjadi bank pertama penerima pinjaman ramah lingkungan (green loan) dari IFC-Bank Dunia. ANTARA Foto/ Humas Bank OCBC NISP