Bank Papua: Pelonggaran aktivitas masyarakat pacu pertumbuhan ekonomi

PT Bank Pembangunan Daerah Papua atau Bank Papua menyampaikan bahwa kondisi memasuki masa endemi yang ditandai dengan pelonggaran penggunaan masker diperkirakan dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi di Bumi Cendrawasih.

​​​​Direktur Bisnis Bank Papua Sadar Sebayang kepada Antara di Jayapura, Minggu, mengatakan dengan pelonggaran aktivitas masyarakat maka pemulihan ekonomi bisa berangsur cepat.

"Berdasarkan hasil evaluasi pemerintah kini mulai dalam masa beralih dari pandemi ke endemi COVID-19," katanya.

Menurut Sadar, dengan kondisi COVID-19 yang sudah mulai membaik di seluruh Indonesia khususnya Papua maka perekonomian pun akan segera pulih.

"Sebagai lembaga keuangan Bank Papua menyambut baik pelonggaran aktivitas masyarakat, sehingga bisa mengoptimalkan mobilisasi masyarakat yang pada akhirnya memberikan peningkatan perekonomian masyarakat," ujarnya.


​​​​​​Menurut data Bank Indonesia, perekonomian Papua pada triwulan IV 2021 tumbuh sebesar 17,16 persen (yoy), lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,02 persen yoy).

Pertumbuhan tersebut juga lebih tinggi dibanding pertumbuhan triwulan III 2021 yang tercatat sebesar 14,89 persen (yoy).

Dia menjelaskan jika situasi ini terus membaik maka masyarakat semakin membutuhkan dana untuk keperluan sehari-hari.

"Pada akhirnya kami sebagai lembaga keuangan perbankan bisa lebih optimal lagi memberikan suport dengan adanya pelonggaran," katanya.

Situasi kini pertumbuhan perekonomian di Papua akan semakin baik dan termasuk dengan kredit di Bank Papua akan berdampak peningkatan pemberian kredit oleh perbankan.
Baca juga: Pertumbuhan ekonomi Papua Barat minus 1,01 persen triwulan I 2022
Baca juga: BPS: Maluku dan Papua lampaui pertumbuhan ekonomi nasional triwulan IBaca juga: Mensos dukung pemberdayaan warga Papua agar kebutuhan pokok murah

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel