Bank Pembangunan China terima dana via sarana pengurangan karbon

·Bacaan 1 menit

Bank Pembangunan China (China Development Bank/CDB) telah menerima dana senilai 10,267 miliar yuan (1 yuan = Rp2.247) dari bank sentral China, People's Bank of China (PBOC), melalui sarana pendukung pemangkasan karbon.

Sarana itu diluncurkan pada November tahun 2021 lalu oleh bank sentral untuk menyediakan pinjaman berbiaya rendah bagi institusi-institusi finansial dan memandu mereka dalam memberikan pinjaman kepada perusahaan dalam bidang pengurangan karbon utama.

Dana yang diterima Bank Pembangunan China tersebut merupakan satu di antara gelombang pertama pendanaan senilai 85,5 miliar yuan yang disediakan oleh bank sentral untuk institusi finansial via sarana tersebut.

PBOC mengadopsi "sistem pendanaan langsung" yang berarti institusi-institusi finansial dapat mengajukan pendanaan murah ini dari bank sentral tersebut setelah pinjaman untuk pengurangan karbon dibuat.

Pihak bank sentral akan menyediakan 60 persen pokok pinjaman yang diajukan institusi finansial untuk pemangkasan emisi karbon, dengan tingkat bunga pinjaman sebesar 1,75 persen selama setahun.

Langkah itu antara lain mendukung pengembangan energi bersih, konservasi energi, dan teknologi pengurangan karbon, serta memobilisasi lebih banyak pendanaan sosial untuk mempromosikan pemangkasan emisi karbon.

Bank Pembangunan China menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima pendanaan ini dari bank sentral untuk dana pinjaman senilai 17,11 miliar yuan yang disediakan pihak bank pada beberapa proyek energi bersih selama periode Juli-November 2021.

Proyek-proyek itu, yang mencakup sebuah ladang angin lepas pantai di Guangdong, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) pumped-storage di Shandong, dan pembangkit listrik fotovoltaik di Qinghai, akan menghasilkan pengurangan karbon tahunan sebesar 3,43 juta ton.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel