Bank QNB Indonesia Ungkap Bakal Luncurkan Pinjaman Digital pada April 2021

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sebagai salah satu bentuk komitmen pengembangan bisnis di Indonesia, Bank QNB Indonesia (BKSW) terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi digital untuk menyediakan produk dan layanan yang unik kepada nasabah.

Hingga awal 2021, Bank QNB Indonesia telah meningkatkan kemampuan platform digital dengan berbagai fitur baru, seperti pembukaan deposito berjangka secara online.

Ke depan Bank QNB Indonesia terus mengembangkan platform digital baru dan lebih canggih yang dapat meningkatkan pelayanan nasabah, seperti QNB Indonesia mobile banking yang baru dengan registrasi mandiri (self-registration) serta fitur transaksi valuta asing (foreign exchange).

Selain itu Bank QNB Indonesia juga melakukan kemitraan dengan perusahaan teknologi keuangan (financial technology) untuk mengembangkan produk dan layanan baru, seperti produk pinjaman digital.

"Ini tentu sejalan dengan rencana kami dalam mengembangkan diri menjadi salah satu bank internasional terkemuka di Indonesia yang menawarkan berbagai produk dan layanan inovatif berbasis teknologi digital untuk segmen korporasi dan segmen ritel mass affluent,” ujar Direktur Risiko Bank QNB Indonesia Adhiputra Tanoyo dalam acara Public Expose Insidentil Bank QNB Indonesia, Selasa (16/3/2021).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasional dan Teknologi Bank QNB Indonesia, Bambang Andri Irawan memberikan bocoran. Pinjaman digital akan diluncurkan bulan depan.

"Harapan kami, kami akan luncurkan bulan depan. Kami akan bekerjasama dengan beberapa partner strategik. Nanti pada waktunya akan kami umumkan,” kata Bambang.

Selain meluncurkan produk pinjaman digital, perseroan menyiapkan sejumlah fitur menarik lainnya.

"Kami sedang menyiapkan beberapa fitur. Rencananya di bulan Juli, kita akan mengadakan grand launching digital banking yang baru dari QNB Indonesia. Akan ada banyak fitur yang menarik, terutama fitur digital yang akan kami launching di situ," ujar dia.

Tanggapan Bank QNB Indonesia Terkait Suspensi Saham

Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) sejal 5 Maret 2021.

Suspensi ini dilakukan lantaran saham BKSW meroket secara beruntun sejak awal Maret. Pada Senin,1 Maret 2021, BKSW tercatat ditutup pada level 156, naik 34,48 persen, setelah penutupan sebelumnya anjlok 6,45 persen di level 116.

Pada hari berikutnya, Selasa, 2 Maret 2021, saham BKSW kembali ditutup naik 34,61 persen di level 210. Kenaikan ini terus berlanjut Hingga pada perdagangan 5 Maret 2021, saham BKSW ditutup di level 318 atau naik 21,37 persen.

Direktur Kepatuhan Bank QNB Indonesia, Windiartono Tabingin menuturkan, perseroan tidak memiliki informasi atau fakta atau kejadian penting lainnya yang material, dan dapat mempengaruhi kenaikan.

"Karena sesuai dengan keterbukaan informasi kami sampaikan kami tidak ada corporate action apapun yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Khususnya kalau dari range waktu yang ditetapkan oleh Bursa itu sekitar 3 bulan (mendatang), kita nggak ada rencana untuk corporate action,” ujar Windiartono dalam acara Public Expose Insidentil Bank QNB Indonesia, Selasa, 16 Maret 2021.

Bursa sebelumnya sempat melakukan penghentian sementara perdagangan saham BKSW pada 4 Maret 2021. Namun, pada hari berikutnya, suspensi atas perdagangan saham tersebut di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 5 Maret 2021.

Sebelum ada suspensi terhadap saham BKSW, BEI terlebih dahulu memasukkan saham BKSW ke dalam pemantauan Bursa karena telah terjadi peningkatan harga saham yang di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA).

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini