Bank sentral Korsel peringatkan risiko ketidakseimbangan keuangan

Faisal Yunianto
·Bacaan 1 menit

Dewan kebijakan moneter Korea Selatan memperingatkan peningkatan risiko ketidakseimbangan keuangan akibat melonjaknya nilai aset di seluruh pasar properti dan saham serta peningkatan utang yang signifikan, ungkap risalah pertemuan bank sentral Januari pada Selasa.

Pada Januari, bank sentral Korea Selatan, Bank of Korea (BoK), mempertahankan suku bunga acuan stabil di level terendah bersejarah 0,5 persen karena fokus kebijakan bergeser dari kebutuhan mendesak untuk mendukung pemulihan ekonomi menjadi risiko yang meningkat dari reli pasar saham yang panas dan membengkaknya utang rumah tangga.

Risalah rapat terakhir menunjukkan mayoritas dari tujuh anggota dewan khawatir tentang pasar properti yang sedang membara serta melonjaknya harga saham, terutama karena pendapatan rumah tangga dan pasar kerja tetap lesu.

"Karena kenaikan harga-harga aset baru-baru ini disertai dengan peningkatan utang yang signifikan, ada kemungkinan besar risiko ketidakseimbangan keuangan terakumulasi," kata pembuat kebijakan dari tujuh anggota dewan tersebut.

Indeks acuan KOSPI telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak posisi terendah tahun lalu, sementara tingkat keterjangkauan perumahan Seoul berada pada titik terburuknya meskipun ada banyak tindakan pendinginan properti.

Tak satu pun dari anggota dewan yang mendesak tindakan kebijakan segera, meskipun salah satu mengatakan kebijakan uang longgar saat ini perlu dipertahankan "sampai momentum pemulihan dalam ekonomi menguat."

Baca juga: Saham Korea Selatan bangkit setelah 4 hari melemah
Baca juga: BI dan bank sentral Korea perpanjang kerja sama pertukaran mata uang
Baca juga: Bank sentral Korea Selatan tahan suku bunga acuan di 1,50 persen