Bank Sinarmas Jadi Mitra Kementerian Koperasi dalam Penyaluran KUR

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Rabu, 28 April 2021 telah dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pembiayaan antara Bank Sinarmas dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) selaku Kuasa Pemberi Anggaran.

Acara ini dihadiri oleh Teten Masduki selaku Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Berlangsung di Ballroom Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta Selatan.

Perjanjian Kerjasama Pembiayaan antara Kuasa Pemberi Anggaran dengan Penyalur KUR (Kredit Usaha Rakyat) menjadi salah satu persyaratan sebelum penyaluran KUR.

Dalam hal penandatanganan ini dari pihak Bank Sinarmas diwakili oleh Miko Andidjaja selaku Direktur Bank Sinarmas dan didampingi oleh Muktiono Wibowo selaku Micro and Small Business Group Head Bank Sinarmas dan dilakukan secara bersama-sama dengan 41 Penyalur KUR lainnya dan 2 Perusahaan Penjamin KUR.

“Bank Sinarmas telah menjadi penyalur KUR sejak tahun 2015 sampai saat ini, dan telah memiliki sistem yang memadai dan terintegrasi secara host to host dengan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP). Saat ini portofolio kredit UMKM Bank Sinarmas telah di dominasi kurang lebih sekitar 80 persen oleh KUR. Untuk tahun 2021 plafon tahunan penyaluran KUR Bank Sinarmas sebesar Rp 1,250 triliun,” ucap Muktiono Wibowo selaku Micro and Small Business Group Head Bank Sinarmas, Rabu (28/4/2021).

“Melalui kerjasama ini diharapkan penyaluran KUR dapat mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terhadap pelaku UMKM di Indonesia pada era pandemi Covid-19. Sebagai wujud komitmen Bank Sinarmas kedepannya akan terus memaksimalkan penyaluran dengan memfokuskan ke sentra - sentra UMKM untuk mempercepat proses akusisi serta tetap melaksanakan pelatihan dan kegiatan sosial terhadap pelaku UMKM untuk bisa terus berkembang dalam melakukan usaha,” ucap Miko Andidjaja, direktur Bank Sinarmas.

Realisasi Penyaluran KUR Capai Rp 63,13 Triliun per Awal April 2021

Petugas menata tumpukan uang kertas di Cash Center Bank BNI di Jakarta, Kamis (6/7). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi I perdagangan hari ini masih tumbang di kisaran level Rp13.380/USD. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Petugas menata tumpukan uang kertas di Cash Center Bank BNI di Jakarta, Kamis (6/7). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi I perdagangan hari ini masih tumbang di kisaran level Rp13.380/USD. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga awal April 2021 mencapai Rp63,13 triliun. Artinya realisasi ini setara dengan 24,9 persen dari target yang ditetapkan oleh pemerintah untuk tahun ini yaitu sebesar Rp253 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah optimistis bahwa target ini bisa tercapai. Sebab tahun lalu realisasi penyaluran KUR melebihi target yang ditetapkan dari Rp190 triliun menjadi Rp198,53 triliun.

"Kemarin arahan Bapak Presiden bahwa realisasinya tahun lalu ini sudah lebih dari 100 persen yaitu dari baki kredit Rp190 triliun menjadi Rp198 triliun. Di tahun 2021 ini ditargetkan Rp250 triliun," kata dia dalam Webinar Indonesia Bangkit 2021, secara virtual Rabu (7/4).

Dia menambahkan, salah satu upaya untuk mendorong realisasi penyaluran KUR adalah menaikan plafon bagi KUR mikro tanpa jaminan menjadi Rp100 juta. Padahal sebelumnya KUR untuk segmen ini hanya memiliki plafon kredit maksimal Rp50 juta.

Pemerintah juga menaikan plafon kredit untuk segmen KUR usaha menengah. Sebelumnya, plafon untuk KUR usaha menengah adalah sebesar Rp500 juta hingga Rp10 miliar, namun kini bisa mendapatkan antara Rp500 juta hingga maksimal Rp20 miliar.

"Sekarang rata-rata kredit usaha menengah kecil ini terhadap total kredit nasional adalah 18 persen. Arahan Bapak Presiden untuk di atas 30 persen di tahun 2024. Jadi ini yang sedang kami persiapkan agar rasio kredit dari pada UMKM terus meningkat," ungkapnya.

Sebagai tambahan, selama masa pandemi covid-19, pemerintah memberikan berbagai relaksasi berupa tambahan subsidi bunga KUR untuk 7,02 juta debitur dengan baki debet Rp186,5 triliun, penundaan angsuran pokok paling lama enam bulan ke 1,75 juta debitur dengan baki debet Rp70,53 triliun.

Selain itu, pemerintah memberikan perpanjangan jangka waktu bagi 1,51 juta debitur dengan baki debet Rp47,51 triliun, serta penambahan plafon KUR kepada 16 debitur dengan baki debet Rp2,49 miliar. Realisasi subsidi bunga KUR super mikro diberikan kepada 306.239 debitur sejak 1 Januari 2021 hingga 5 April 2021. Adapun realisasi penyalurannya adalah Rp2,52 triliun.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: